INDUSTRI
Berita
10 Konsorsium MRT telah disetujui JICA

PERHUBUNGAN

10 Konsorsium MRT telah disetujui JICA


Telah dibaca sebanyak 1226 kali
10 Konsorsium MRT telah disetujui JICA

JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemhub) memastikan proyek Mass Rapid Transit (MRT) tahap pertama yakni dari Lebak Bulus-Bunderan HI dengan nilai proyek Rp 15 triliun akan terealisasi pertengahan 2016. Proses tender konstruksi bahkan telah dimulai, setelah 10 konsorsium kontraktor hasil prakualifikasi lelang disetujui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Dirjen Perkeretaapian Kemhub, Tundjung Inderawan mengatakan, jadwal proses penawaran harga dilakukan Juni atau Juli tahun ini dan dilanjutkan penetapan pemenang. Saat itu, proses konstruksi awal bisa dimulai. "Pertengahan 2016, kita sudah punya MRT," ujarnya dia, Kamis (5/4).

Pekerjaan konstruksi dibagi enam paket konstruksi fisik yang akan diperebutkan 10 konsorsium. Tugas ke-10 konsorsium dibagi dua, yakni lima konsorsium konstruksi untuk segmen bawah tanah, dan lima konsorsium untuk proyek di permukaan tanah.

Lima konsorsium yang mengerjakan proyek MRT bawah tanah adalah Kajima- Waskita, Obayashi-Shimizu-Jaya Konstruksi-Wijaya Karya, SMCC-HK, Taisei-PP, dan Tokyo-Adhi Karya. Sedangkan lima konsorsium yang mengerjakan proyek MRT dipermukaan tanah antara lain Hazama- Murinda Iron Steel, SMCC-NK, Sunitomo-Adhi Karya, Tekken-Hutama Karya-Marubeni, dan Tokyo-Wika.

Direktur Teknik dan Operasional MRT Jakarta, Rachmadi, membenarkan bahwa saat ini proses tender konstruksi sedang berlangsung setelah ditetapkannya 10 konsorsium yang lulus tahap prakualifikasi. Ia optimis proyek ini akan berjalan lancar karena tidak ada lagi kendala finansial.

Kalau tak ada aral melintang, rencananya, pada Oktober mendatang sudah keluar nama pemenangnya. "Oktober tanda tangan kontrak, dan konsorsium pemenang bisa langsung kerja," ujarnya.

Setelah proses konstruksi selesai, dilanjutkan dengan proses uji coba kereta sekitar tiga bulan. "Setelah jadi, akan dicoba tiga bulan bolak balik untuk tes rem dan kecepatan. Bila dinilai layak, pada pertengahan 2016 MRT ini sudah bisa beroperasi," tuturnya.

Telah dibaca sebanyak 1226 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..