Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  

Alihkan Pasar Ekspor, Pemerintah Indonesia Perlu Bank Koresponden

Alihkan Pasar Ekspor, Pemerintah Indonesia Perlu Bank Koresponden

JAKARTA. Pemerintah mengakui masih kesusahan mencari pasar baru ekspor nasional. Apalagi sampai sekarang belum ada bank koresponden yang bisa menjadi penghubung Indonesia dengan negara-negara tujuan ekspor baru, seperti Eropa Timur dan Timur Tengah.


Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri, Eddy Putra Irawady mengatakan kebanyakan negara-negara tujuan ekspor baru tersebut tidak terbiasa menggunakan US$ sebagai alat pembayaran. Sehingga pemerintah Indonesia meminta International Finance Corporation (IFC) untuk merintis keberadaan bank koresponden yang bisa menjadi jembatan perdagangan.

"Ini masih berproses, mereka baru akan datang minggu depan. Kebanyakan negara di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah tidak terbiasa menggunakan dolar AS sebagai alat pembayaran. Mereka bukan negara yang menjadi anggota organisasi Badan Perdagangan Dunia (WTO), seperti negara sosialis pecahan Uni Soviet atau Timur Tengah," kata Eddy Jakarta, Senin (24/11).

Pasar baru diperlukan karena krisis ekonomi global di Amerika Serikat yang menyebabkan sampai saat ini ada sekitar 30 kontainer barang ekspor Indonesia yang tertahan di AS. Bahkan ekspor ke kawasan Amerika Latin juga menghadapi kendala yang sama sehingga memang diperlukan bank koresponden.

"Sebenarnya, mungkin kita bisa minta ke perbankan kita untuk melakukan itu. Tapi, kita tahu sendiri kemampuan perbankan kita baru sejauh apa," ujarnya.


Reporter Uji Agung Santosa

Feedback   ↑ x