INDUSTRI
Berita
Aturan belum terbit, program mobil murah mandek

PROGRAM MOBIL MURAH

Aturan belum terbit, program mobil murah mandek


Telah dibaca sebanyak 1342 kali
Aturan belum terbit, program mobil murah mandek

JAKARTA. Belum tampak gelagat dari kalangan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) otomotif di Indonesia belum merealisasikan mobil murah dan ramah lingkungan alias low cost and green car (LCGC). Meski program mobil murah ala pabrikan otomotif sudah didengungkan setahun belakangan ini, belum ada satu pun yang menunjukkan tampangnya.

Salah satu alasan pabrikan otomotif masih ogah menampakkan jati diri si calon mobil murah ini karena aturannya belum jelas. "Sebetulnya kami sudah mempersiapkan diri namun karena aturan dari pemerintah belum ada, kami belum bisa menjelaskan lebih lanjut," kata Endro Nugraha, Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales, kepada KONTAN, kemarin.

Menurut Endro, kesiapan untuk mengeluarkan mobil murah ala Suzuki sebetulnya sudah siap. Sayang, dia tidak mau memberitahu secara detil soal spesifikasi mobil murah Suzuki ini. Dia hanya memastikan bahwa mobil murah ala Suzuki ini bakal mengikuti spesifikasi dari pemerintah. Baik itu dari sisi kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar serta kandungan lokal.

PT Nissan Motor Indonesia memberi gambaran yang lebih jelas mengenai jati diri mobil murah yang ingin dibuatnya. Menurut Carlos Ghosn Chief Executive Officer Nissan Motor Limited, Nissan sudah memilih merek Datsun bertipe city car yang bakal menjadi produk andalan Nissan di segmen mobil murah. "Kami akan menyampaikan kapasitas mesin dan harganya dalam beberapa waktu ke depan, sehingga belum bisa saat ini," ujar Ghosn.

Teddy Irawan, Vice President Director Sales and Marketing PT Nissan Motor Indonesia, menjamin bahwa harga jual mobil Datsun akan mengikuti aturan pemerintah. "Jika pemerintah membuat aturan harga di bawah Rp 100 juta, kami akan mengikuti aturan tersebut termasuk kapasitas mesinnya," ujarnya.

PT Toyota Astra Motor juga masih menyimpan rapat calon mobil murah yang diusung Toyota. Joko Trisanyoto Direktur Pemasaran Toyota Astra, menuturkan, Toyota masih menunggu kepastian regulasi program mobil murah dan ramah lingkungan. "Kami pasti akan mengikuti aturan yang ada jika ingin mendapatkan insentif mobil murah ini," katanya.

Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), berucap, saat ini aturan program mobil murah sedang dalam tahap penyelesaian. "Kami menargetkan aturan ini selesai akhir tahun ini," katanya.

Syarat mobil murah yang dapat insentif cukai adalah berkapasitas mesin 1.000 cc-1.200 cc, konsumsi bahan bakar satu liter bisa mencapai 20 km - 21 km per liter dan komponen lokal 60%-80%.

Editor: Asnil Bambani Amri
Telah dibaca sebanyak 1342 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • DJP minta caleg dan capres transparan data pajak

    +

    Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan presiden baru sebentar lagi mewarnai tahun 2014

    Baca lebih detail..

  • Akbar Tandjung siap jadi cawapres Jokowi

    +

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil presiden, termasuk berpasangan dengan Joko Widodo

    Baca lebih detail..