INDUSTRI
Berita
Bandara Soetta jalankan sistem elektronik kargo

KARGO BANDARA

Bandara Soetta jalankan sistem elektronik kargo


Telah dibaca sebanyak 1041 kali
Bandara Soetta jalankan sistem elektronik kargo

JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemhub) meluncurkan sistem pelayanan secara elektronik National Single Window (NSW) Airportnet di Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Sistem ini merupakan pelayanan informasi elektronik arus barang ekspor dan impor dari dan ke bandara.

Nantinya sistem ini menghasilkan data dan informasi berupa cargo tracking status, daftar timbun, flight information system (FIS), rute penerbangan, dan flight approval (FA).

Kepala Sub Bagian Humas Kemhub Yennesi Rosita mengatakan, fungsi utama sistem ini untuk menyediakan akses terpadu terhadap informasi status kargo bagi komunitas bandara. Hal itu untuk memudahkan kantor otoritas bandara, agen, perusahaan pengiriman, dan consignee dalam memantau arus kargo. Sistem ini juga menjadi media komunikasi dengan sesama komunitas bandara.

"Implementasi dari sistem ini nantinya akan melibatkan beberapa unit kerja di luar Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemhub termasuk stakeholder pergudangan seperti PT Unex, PT Gapura Kargo, PT Garuda Kargo, dan PT JAS Kargo," kata Yennesi di Kantor Angkasa Pura II, Jakarta, Rabu (13/3).

Ia menambahkan, sistem ini merupakan tindak lanjut komitmen dari Declaration of ASEAN Concord II di Bali. 

Telah dibaca sebanyak 1041 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..