: WIB    —   
indikator  I  

Bhakti Coal siap mengerek produksi hingga 1,5 juta

Bhakti Coal siap mengerek produksi hingga 1,5 juta

JAKARTA. PT Bhakti Coal Resources tahun ini akan meningkatkan produksi batubara. Pemicunya adalah pergerakan harga batubara yang sejak akhir tahun lalu terus mengalami peningkatan. Perusahaan ini berencana memacu produksi di tambang mereka di Sumatra Selatan.

Bhakti Coal Resources tahun lalu hanya memproduksi sekitar 750.000 ton batubara. Pada tahun 2017 ini, perusahaan ini menargetkan bisa melipatgandakan produksi menjadi 1,5 juta ton batubara.

PT Bhakti Coal Resources adalah anak usaha PT MNC Investama Tbk (BHIT), yang memang menjadi andalan untuk di sektor pertambangan dan energi. Waskito Tanuwijoyo, General Manager Exploration PT Bhakti Coal Resources, mengatakan, dengan membaiknya harga tahun ini mereka yakin bisa menggenjot produksi.

Namun Waskito mengakui, dua bulan pertama operasi sedikit mengalami gangguan, karena curah hujan yang tinggi. Sehingga perusahaan ini barus bisa mengebut produksi selepas musim penghujan. "Target (1,5 juta ton) tadi untuk satu tahun. Januari-Februari kemarin memang produksi tidak seperti yang diharapkan karena hujan, tapi target peningkatan produksi dua kali lipat," terangnya kepada KONTAN, Jumat (17/3).

Mengantisipasi produksi yang meningkat Bhakti Coal terus berupaya memaksimalkan pasar ekspor dan domestik. Dengan kualitas batubara yang dimiliki perusahaan ini, orientasi pasar ekspor, khususnya ke India, akan menjadi pilihan yang paling tepat.

Perusahaan ini lebih banyak melakukan penjualan ekspor ketimbang memasarkan ke domestik. Kendati begitu, pasar lokal tetap potensial. Ini karena masih ada sedikit peningkatan permintaan domestik, terutama untuk batubara kalori rendah. "Tapi kenaikannya tidak begitu signifikan," lanjut Waskito.

Menurutnya, tahun ini sebanyak 70% dari produksi Bhakti Coal Resources akan dipasarkan untuk tujuan ekspor. Sedangkan untuk pasar domestik hanya sisanya, yakni 30%. Terkait pasar baru, Waskito menyatakan, belum mencoba menjajaki.

Dia menilai, fokus pasar ke India dilakukan karena permintaan kebutuhan kalori rendah di negeri tersebut cukup baik. Asal tahu saja, India saat ini menjadi salah satu pasar terbesar batubara berkalori rendah, setelah Tiongkok membatasi impor batubara. "Angka ekspor ke India itu kira-kira saja, bisa naik, bisa turun. Nanti akhir tahun baru bisa tahu secara pasti," ungkap dia.

Sebelumnya, MNC Investama mengatakan, PT Bhakti Coal Resources ke depannya tidak hanya akan menambang batubara, melainkan juga masuk ke sektor ketenagalistrikan dengan membidik proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel VI, yang berkapasitas 2x300 megawatt. PLTU ini diperkirakan menyerap 4,5 juta ton batubara per tahun.


Reporter Andy Dwijayanto

BATUBARA

Feedback   ↑ x
Close [X]