| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.483
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Biaya investasi dipangkas, proyek jambaran tiung biru berjalan sesuai target

Selasa, 10 Juli 2018 / 21:02 WIB

Biaya investasi dipangkas, proyek jambaran tiung biru berjalan sesuai target
ILUSTRASI. LAPANGAN GAS JAMBARAN-TBR



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) yang dioperatori oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dikabarkan tersendat. Salah satu faktornya adalah pemangkasan biaya investasi hingga US$ 600 juta dari US$ 2,1 miliar menjadi US$ 1,5 miliar.

Namun, Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam malah menyebut Proyek JTB masih terus berjalan tanpada kendala. "Semua berjalan sesuai rencana dan tidak ada kendala," tegas Alam kepada Kontan.co.id, Selasa (10/7).

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher yang mengatakan proyek JTB tidak berjalan lambat biarpun biaya investasi dipangkas oleh pemerintah. Menurut Wisnu, saat ini pekerjaan sipir di proyek tersebut sudah hampir selesai.

"Early civil work-nya sudah mau selesai. Masalah biaya sudah ada indikatif turun, hampir US$ 500 jutaan. Jadi saya pikir perkembangnnya masih oke," jelas Wisnu.

Wisnu bilang pemangkasan biaya yang dilakukan pemerintah bisa diatasi dengan efisiensi yang dilakukan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di proyek tersebut. Sehingga pemangkasan biaya tidak mempengaruhi proyek JTB.

"Itu kan bicara efisiensi. Harus dicermati juga biaya diawal itu baru estimasi, setelah berjalan waktu, ada faktor-faktor efisiensi yang bisa dilakukan itu dilakukan," ungkapnya.

Peletakan batu pertama proyek JTB dilakukan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan pada 25 September 2017. Proyek ini diharapkan bisa mulai berproduksi pertama kali (onstream) pada 2020 mendatang.

Proyek JTB akan memproduksi raw gas sebesar 330 million standard cubic feet per day (mmscfd) dan sales gas sebesar 190 mmscfd. Produksi gas dari JTB dijual kepada PLN dengan harga US$ 7,6 per million british thermal unit (mmbtu).


Reporter: Febrina Ratna Iskana
Editor: Yoyok

ENERGI

Tag
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0382 || diagnostic_web = 0.2097

Close [X]
×