: WIB    --   
indikator  I  

Blaupunkt, ponsel Jerman yang dirakit di Indonesia

Blaupunkt, ponsel Jerman yang dirakit di Indonesia

JAKARTA. Daftar vendor ponsel 4G global yang mematuhi skema takaran kandungan lokal dalam negeri (TKDN) makin panjang. Setelah Apple dan Xiaomi, kini produsen smartphone dari Jerman, Blaupunkt turut tunduk pada regulasi TKDN supaya bisa tetap berjualan di Indonesia.

Tampaknya, Blaupunkt akan memenuhi syarat TKDN dengan memilih skema hardware yang mensyaratkan perusahaan merakit di dalam negeri. Hal ini terlihat dari Blaupunkt yang mulai mengajukan pesanan ke perakit global alias original equipment manufacturer (OEM) PT Sat Nusa Persada Tbk (PTSN).

Saat ini, permintaan produksi Blaupunkt di pabrik PTSN yang berlokasi di Batam masih sedikit. Realisasi permintaannya sendiri masih belum bisa dipastikan. Yang jelas, ponsel yang mengandalkan kekuatan audio tersebut belum akan diproduksi dalam waktu dekat.

"Kami baru mau set up mesinnya. Produksi tidak banyak, cuma 20.000 unit per bulan, cuma pakai satu line," kata Smailly Andy, Investor Relations PT Sat Nusa Persada Tbk kepada KONTAN, Senin (6/2)
.
Menurut Smailly, Blaupunkt sudah mengajukan proposal TKDN sejak Desember 2016. "Mereka akan memenuhi TKDN sebesar 30%," kata Smailly.

Meski sudah memesan ke PTSN, namun pihak Kementerian Perindustrian masih belum bisa memastikan pemenuhan TKDN oleh Blaupunkt. "Mengenai merek Blaupunkt, harus saya cek dulu," kata I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian kepada KONTAN, Selasa (6/2).

Terkait model yang akan dirakit di Indonesia, akan ada tiga model yang diproduksindengan harga di bawah Rp 3 juta. Dua di antaranya ialah Soundphone Seri S dan Seri J.

Sementara itu, pemasarannya akan dilakukan mulai Februari atau Maret 2017.


Reporter Pamela Sarnia
Editor Barratut Taqiyyah

TEKNOLOGI

Feedback   ↑ x