kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.306
  • LQ451.124,28   -7,91   -0.70%
  • SUN105,38 -0,17%
  • EMAS590.870 0,52%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Celah bisnis ekspedisi ke Papua

Kamis, 16 Maret 2017 / 23:20 WIB

Celah bisnis ekspedisi ke Papua

JAKARTA. Bisnis jasa pengiriman barang alias ekspedisi tak surut oleh waktu. Persaingan di bisnis ini pun semakin ramai, mulai dari skala kecil, menengah hingga kelas kakap. Salah satu ekspedisi skala UKM yang bertahan hingga kini  yakni pengiriman barang yang dijalankan Saudi Tahir alias Udin (45) dengan nama Ekspedisi Sinar Papua.

Ekspedisi Sinar Papua mampu bertahan lantaran jeli membidik pasar yang terbilang masih jarang dijajal pebisnis lain. Bermarkas di Jalan Kebon Kacang I, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sinar Papua menawarkan jasa pengiriman barang antar pulau dengan rute Jakarta menuju Papua dan Manokwari. Pengiriman menggunakan kapal Pelni yang berlabuh dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Menurut Udin, sejauh ini, ia hanya menawarkan jasa pengiriman satu arah (Jakarta-Papua), tidak termasuk rute sebaliknya.

"Enggak ada bolak-balik, cuma tujuan saja ke satu arah. Jadi dari Tanah Abang itu barang dibawa pakai truk sampai ke Pelabuhan Priok. Sebenarnya, kapal Pelni kan bukan kapal barang, cuma sekarang dijadikan 3 in 1 muatan kendaraan sama barang," tuturnya.

Udin mengklaim, pengiriman menggunakan kapal Pelni memiliki kelebihan yaitu lebih cepat sampai dibandingkan kapal khusus barang. “Satu minggu sih normalnya (waktu perjalanan). Cuma kan namanya pengiriman tidak mutlak. Biasa sampai di Pelabuhan Jayapura kita pembongkaran," ujarnya.

Meski diklaim lebih cepat, namun Sinar Papua hanya menerima ekspedisi  barang berupa garmen dan elektronik, tidak untuk bahan makanan. Alasannya, waktu perjalanan membutuhkan beberapa hari, sehingga dikhawatirkan bahan makanan akan busuk.

Udin mematok tarif pengiriman mulai dari Rp 1,8 juta per kubik. "Satu kontainer yang untuk Jayapura, tarifnya sekitar Rp 45 juta. Kapasitasnya 30 kubik,” ungkapnya.

Ia mengaku, bisnisnya mulai ramai beberapa tahun terakhir. Sebab, Ekspedisi Sinar Papua mulai dikenal oleh masyarakat Papua dan Manokwari. “Biasa kita mengirim lima hingga enam kontainer per satu pengiriman (kapal)," imbuhnya.

Simak kisah bisnis Ekspedisi Sinar Papua di KontanTV berikut ini: 


Reporter M David Kurniawan
Editor : Dupla KS

Join the discussions
TERBARU
MARKET
IHSG
-19,84
6.615,49
-0.30%
 
US/IDR
13.321
0,02
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy