INDUSTRI
Berita
Dampak kebijakan dua harga BBM versi Kurtubi

DAMPAK DUA HARGA BBM BERSUBSIDI

Dampak kebijakan dua harga BBM versi Kurtubi


Telah dibaca sebanyak 1318 kali
Dampak kebijakan dua harga BBM versi Kurtubi

JAKARTA. Keinginan pemerintah membuat dua harga untuk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mendatangkan kritik dari Kurtubi, pengamat perminyakan dari Center for Petroleum and Economic Study.

Kepada KONTAN Rabu (24/4), Kurtubi bilang, dua harga BBM bersubsidi itu akan memicu aktivitas penimbunan minyak. "Percayalah, ini (rencana) itu akan sangat sulit bagi pemerintah untuk mengontrolnya," ujar Kurtubi kepada KONTAN Rabu (24/4).

Sebab kata Kurtubi, kendaraan umum dan sepeda motor bisa membeli BBM subsidi Rp 4500 per liter, sedangkan kendaraan pribadi membeli BBM subsidi seharga Rp 6500 per liter. Perbedaan harga inilah yang dinilai bisa memicu penyalahgunaan, dengan cara membeli BBM subsidi Rp 4500 per liter kemudian menjualnya dengan harga Rp 6500 per liter.

Persoalan lain menurut Kurtubi adalah, kebijakan BBM subsidi dua harga akan membuat kekacauan lalu lintas. Selisih harga BBM subsidi untuk antara roda dua dan roda empat bisa mendorong pemilik mobil beralih ke sepeda motor. "Masyarakat tetap enggan menggunakan transportasi publik," pungkas Kurtubi.

Selain memberikan kritik terhadap rencana kebijakan dua harga BBM subsidi, Kurtubi juga mengkritisi rencana kebijakan kompensasi yang dipersiapkan pemerintah. Perlu diketahui, ada tiga kebijakan yang akan diusung pemerintah, yakni program beras rakyat miskin (raskin), bantuan siswa miskin dan program keluarga harapan.

"Saya paham semangat mengurangi subsidi BBM, termasuk keinginan meringankan beban rakyat menghadapi kenaikan harga BBM. Tapi bukan begitu (kompensasi) caranya," kata Kurtubi, pengamat perminyakan dari Center for Petroleum and Economic Study kepada KONTAN, Rabu, (24/4).

Masalah subsidi BBM memang sering menjadi polemik di Indonesia. Tahun lalu, pemerintah kelimpungan karena subsidi BBM yang dikeluarkan membengkak dari alokasi yang dianggarkan dalam APBN.

 

Editor: Asnil Bambani Amri
Telah dibaca sebanyak 1318 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..