INDUSTRI
Berita
Garap bisnis kargo Merpati gandeng Pos Indonesia

KERJASAMA BISNIS

Garap bisnis kargo Merpati gandeng Pos Indonesia


Telah dibaca sebanyak 1660 kali
Garap bisnis kargo Merpati gandeng Pos Indonesia

JAKARTA. Demi memperbaiki kinerja yang masih minus, PT Merpati Nusantara Indonesia kian serius mengembangan linis bisnisnya, salah satunya bisnis logistik. Selama ini, maskapai pelat merah ini sudah merambah usaha pengiriman barang, namun tidak fokus.

Untuk menangguk fulus dari bisnis logistik, Merpati telah menggandeng PT Pos Indonesia untuk menekuni bisnis logistik. Sinergi dua perusahaan milik negara itu resmi disepakati dengan ditekennya memorandum of understanding (MOU) pada Agustus 2012.

Direktur Utama Merpati, Rudi Setyopurnomo memasang target, kerjasama bisnis logistik tersebut akan mulai berjalan pada November tahun ini.

Dalam kerjasama ini, Merpati hanya berinvestasi melalui penyediaan pilot, izin terbang, dan rute-rute penerbangan. "Kami siap mengantarkan barang ke berbagai wilayah di Indonesia," ungkap Rudi, Kamis (13/9).

Rencananya, untuk menjalankan bisnis logistik tersebut, Merpati akan mendatangkan satu pesawat khusus angkut barang atau kargo, jenis Boeing 737. "Sementara ini, kami akan menyewa. Tapi, nantinya, kami akan punya pesawat sendiri," paparnya.

Hanya saja, biaya untuk sewa satu pesawat kargo tersebut akan ditanggung PT Pos. Perusahaan akan memakai kas internal untuk pengadaan pesawat Boeing 737 tersebut. Saat ini, baik Merpati maupun PT Pos masih dalam penjajakan dengan beberapa negara untuk pengadaan pesawat tersebut.

Menurut Rudi, bisnis logistik akan sangat menguntungkan, karena dalam sehari putaran logistik di Bandara Cengkareng mencapai 150 ton. Nantinya, kerjasama ini akan menggunakan sistem sharing profit. Sayang, dia belum bisa menyebut persentase pembagian keuntungan.

Yang jelas, Rudi berharap, dengan adanya kerjasama ini, bisnis logistik bisa berkontribusi sebesar 10%-12% pada total pendapatan perusahaan. Sebelumnya, bisnis kargo yang dijalankan sendiri oleh Merpati hanya memberikan kontribusi 8%.

Rudi mengklaim, pada semester I tahun ini, operating profit Merpati telah meningkat 10% dari tahun lalu. Sementara laba setelah pajak (EBITDA) juga tumbuh 5% dibanding periode yang sama di tahun lalu. Itulah sebabnya, Rudi optimistis, Merpati bisa membukukan kinerja positif di tahun ini.

Editor: Dupla KS
Telah dibaca sebanyak 1660 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..