Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  

Gramedia merambah bisnis kemasan

Gramedia merambah bisnis kemasan

JAKARTA. Teknologi digital dan ragam piranti gadget yang terus berkembang bisa menjadi ancaman bagi industri percetakan. Maklum, sekarang pun sudah banyak orang yang membaca koran, majalah, atau bahkan buku melalui internet di komputer, ponsel, atau tablet. Agar tetap eksis, perusahaan percetakan harus mencari alternatif lain.

PT Gramedia Printing Group, misalnya. Sejak awal tahun ini, Gramedia mulai mengincar bisnis cetak packaging (kemasan) makanan. Perusahaan ini juga telah melakukan investasi untuk bermain di bisnis percetakan kemasan tersebut.

General Manager Marketing & Sales Gramedia Printing YNH Setiawan menjelaskan, upaya ini merupakan langkah mengantisipasi pesatnya perkembangan media digital. Ia tak menampik, perkembangan media digital mengancam industri percetakan. "Makanya kami sekarang mulai melirik bisnis percetakan kemasan," kata Setiawan, akhir pekan lalu.

Setiawan menuturkan, walaupun omzet Gramedia Printing selama Januari-Februari 2011 meningkat hingga 12% dibanding periode sama tahun lalu, namun, omzet dari divisi percetakan majalah merosot 7% hingga 8%.

Penurunan ini, tutur Setiawan, dipicu oleh susutnya oplah media cetak. "Namun secara over-all kami naik," ujarnya. Setiawan menambahkan, penurunan tersebut kemungkinan juga disebabkan maraknya perkembangan media digital belakangan ini.

Meski begitu, ia yakin, tren ke digital belum atau bahkan tidak akan bisa menggeser bisnis percetakan secara keseluruhan. Namun untuk mengantisipasi penurunan bisnis media cetak, Gramedia telah berancang-ancang sejak sekarang. Dengan demikian, bila di masa yang akan datang benar terjadi migrasi besar-besaran ke media digital, Gramedia Printing sudah siap.

Pengamat industri percetakan, Bambang Wasita, mengatakan, potensi pasar industri percetakan mencapai Rp 130 triliun per tahun dengan jumlah pemain sekarang ini mencapai mencapai 35.000 pelaku. Menurutnya, bisnis percetakan kemasan termasuk yang mengalami pertumbuhan paling pesat.


Reporter Yudo Widiyanto
Editor teskontan

INDUSTRI KEMASAN

Feedback   ↑ x