INDUSTRI
Berita
Gramedia merambah bisnis kemasan

INDUSTRI KEMASAN

Gramedia merambah bisnis kemasan


Telah dibaca sebanyak 1394 kali
Gramedia merambah bisnis kemasan

JAKARTA. Teknologi digital dan ragam piranti gadget yang terus berkembang bisa menjadi ancaman bagi industri percetakan. Maklum, sekarang pun sudah banyak orang yang membaca koran, majalah, atau bahkan buku melalui internet di komputer, ponsel, atau tablet. Agar tetap eksis, perusahaan percetakan harus mencari alternatif lain.

PT Gramedia Printing Group, misalnya. Sejak awal tahun ini, Gramedia mulai mengincar bisnis cetak packaging (kemasan) makanan. Perusahaan ini juga telah melakukan investasi untuk bermain di bisnis percetakan kemasan tersebut.

General Manager Marketing & Sales Gramedia Printing YNH Setiawan menjelaskan, upaya ini merupakan langkah mengantisipasi pesatnya perkembangan media digital. Ia tak menampik, perkembangan media digital mengancam industri percetakan. "Makanya kami sekarang mulai melirik bisnis percetakan kemasan," kata Setiawan, akhir pekan lalu.

Setiawan menuturkan, walaupun omzet Gramedia Printing selama Januari-Februari 2011 meningkat hingga 12% dibanding periode sama tahun lalu, namun, omzet dari divisi percetakan majalah merosot 7% hingga 8%.

Penurunan ini, tutur Setiawan, dipicu oleh susutnya oplah media cetak. "Namun secara over-all kami naik," ujarnya. Setiawan menambahkan, penurunan tersebut kemungkinan juga disebabkan maraknya perkembangan media digital belakangan ini.

Meski begitu, ia yakin, tren ke digital belum atau bahkan tidak akan bisa menggeser bisnis percetakan secara keseluruhan. Namun untuk mengantisipasi penurunan bisnis media cetak, Gramedia telah berancang-ancang sejak sekarang. Dengan demikian, bila di masa yang akan datang benar terjadi migrasi besar-besaran ke media digital, Gramedia Printing sudah siap.

Pengamat industri percetakan, Bambang Wasita, mengatakan, potensi pasar industri percetakan mencapai Rp 130 triliun per tahun dengan jumlah pemain sekarang ini mencapai mencapai 35.000 pelaku. Menurutnya, bisnis percetakan kemasan termasuk yang mengalami pertumbuhan paling pesat.

Editor: Teskontan
Telah dibaca sebanyak 1394 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..