BERITA INDUSTRI
Berita
Harga kapas mulai membumbung tinggi

HARGA KOMODITAS

Harga kapas mulai membumbung tinggi


0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 2247 kali
Harga kapas mulai membumbung tinggi

JAKARTA. Harga kapas dunia terus melambung. Berdasarkan data Bloomberg, harga kapas di ICE Futures untuk pengiriman bulan Desember hari ini menyentuh level 96,54 sen per pound. Harga ini adalah harga tertinggi selama 15 tahun, tepatnya sejak tahun 1995 lalu.

Tingginya permintaan kapas sebagai bahan baku industri tekstil menjadi pemicu kenaikan harga kapas dunia ini. Ditambah lagi, gangguan cuaca yang terjadi saat ini membuat panen kapas menjadi terganggu. Akibatnya, produksi kapas juga mengalami penurunan.

Ketua Asosiasi Petani Kapas Indonesia Marjuni Palimrugi menjelaskan gangguan cuaca menyebabkan penurunan panen kapas. Bila biasanya satu hektare lahan bisa memproduksi rata-rata sekitar 8 kuintal - 9 kuintal kapas. "Sekarang satu hektar lahan hanya bisa menghasilkan 6 kuintal - 7 kuintal kapas," kata Marjuni kepada KONTAN Jum'at (17/9).

Kendati demikian, Marjuni bilang kenaikan harga kapas dunia tidak serta merta mendongkrak harga di dalam negeri. Saat ini harga kapas di tingkat petani hanya sebesar Rp 4.050 per kg, naik Rp 50 ketimbang harga kapas tahun 2009 lalu yang sebesar Rp 4.000 per kg. Kenaikan harga yang tipis ini membuat petani enggan menambah kapasitas produksinya.

Direktur PT Supin Raya James Jogianto mengamini pernyataan Marjuni. Dia bilang kenaikan harga kapas dunia belum mampu mengerek harga kapas domestik secara signifikan. Pasalnya, sekitar 99,5% kebutuhan kapas Indonesia masih diimpor dari luar negeri. Meski begitu, ia yakin dengan naiknya harga kapas dunia akan mendorong produsen pengguna kapas di dalam negeri untuk meningkatkan pembelian kapas dari petani lokal. "Saat ini sudah mulai panen, dan pembelian kapas dari petani sudah mulai jalan," ujar James.

James memperkirakan tren harga kapas dunia masih akan terus naik karena faktor cuaca belum membaik. "Tren kenaikan harga kapas masih akan berlanjut, karena cuaca diperkirakan masih jelek dan permintaan dari sektor tekstil masih cukup tinggi," kata James.

Direktur Utama Asia Pasific Fibers Tbk (POLY) Ravi Shankar menambahkan akibat berkurangnya suplai kapas dunia menyebabkan harga kapas terdongkrak naik. Karena permintaan dari sektor tekstil dan benang masih tinggi, akibatnya banyak produsen yang beralih ke bahan baku alternatif yaitu polyester dan serat rayon. Sebab, "Harga kapas masih akan naik dalam enam sampai delapan bulan ke depan," ungkap Ravi.

0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 2247 kali
Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut.
Salin Tulisan



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.