| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Harga telur diyakini turun dalam waktu dekat

Kamis, 12 Juli 2018 / 20:35 WIB

Harga telur diyakini turun dalam waktu dekat
ILUSTRASI. Inflasi bahan pokok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso memperkirakan harga telur akan berangsur menurun bulan ini. Pasalnya, permintaan atas telur akan semakin menurun dan pullet (ayam petelur siap produksi) sudah mulai memproduksi telur.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga telur memang sedang meningkat. Menurut Yudianto, rata-rata harga telur di tingkat peternak sekitar Rp 24.000 - 25.000 per kg saat ini. Harga ini pun tergantung daerah dan kualitas telur itu sendiri.

Peningkatan harga yang signifikan ini dikarenakan kebutuhan masyarakat atas telur yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. "Sekarang masih dalam masa berlibur, sehingga permintaan masih tinggi. Setelah libur berakhir, maka kebutuhannya akan dialokasikan ke yang lain," ujar Yudianto kepada Kontan.co.id, Kamis (12/7).

Harga telur yang tinggi ini pun disebabkan oleh afkir layer dalam jumlah besar yang dilakukan sebelum Ramadan. Akibatnya, ayam layer pun berkurang dan berdampak pada pasokan telur yang turut berkurang. Meski peternak memiliki cadangan pullet, namun pullet ini belum siap bertelur. "Ke depan, pullet ini akan mulai berproduksi dan telurnya bertambah," tambah Yudianto.

Menurut Yudianto, saat afkir dilakukan, harga afkir cukup tinggi. Saat itu, harga afkir bisa mencapai Rp 24.000. Padahal, biasanya harga afkir hanya berkisar Rp 15.000 - Rp 22.000. Ini pun menjadi pemicu tingginya harga telur.

Yudianto berpendapat, naiknya harga telur ini tidak serta merta menguntungkan peternak. Dia bilang, bila peternak tidak mengalami gangguan pada produksi, maka peternak bisa meraup untung. Namun, ini berbeda bila produksi telur oleh peternak tidak maksimal.

Melihat harga telur yang kerap bergejolak, Yudianto pun meminta supaya regulasi terkait perunggasan diperbaiki. Dia meminta supaya semua pihak, mulai dari breeding farm, pemerintah, hingga peternak membeberkan data yang sebenarnya.

"Perizinan budidaya juga harus ditata. Jangan sampai karena harga sedang naik, dibuka izin seluas-luasnya, tanpa memikirkan over supply. Saat ini peternak senang, setelah itu peternak kembali mengeluh. Ini akan menjadi lingkaran setan," ujar Yudianto.

 


Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Sanny Cicilia

AGRIBISNIS

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0460 || diagnostic_web = 0.2047

×