BERITA INDUSTRI
Berita
Impor makanan dan minuman Malaysia melejit 67,73%

SERBUAN PRODUK IMPOR

Impor makanan dan minuman Malaysia melejit 67,73%


0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 836 kali
Impor makanan dan minuman Malaysia melejit 67,73%

JAKARTA. Pengusaha Malaysia semakin gencar menyerbu Indonesia. Selain melakukan investasi di perkebunan sawit, pengusaha makanan dan minuman dari Malaysia juga gencar memasarkan produk mereka ke Indonesia. Ini pula yang menyebabkan impor makanan dan minuman dari Negeri Jiran ini melesat.

Data dari surveyor yang diolah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebutkan, impor produk makanan dan minuman dari Malaysia selama Januari September 2011 mencapai US$ 43,12 juta. Nilainya melonjak 67,7% dari periode yang sama di 2010.

Malahan, nilai impor selama sembilan bulan pertama tahun ini sudah melewati total nilai impor makanan dan minuman dari Malaysia tahun lalu yang sebesar US$ 36,56 juta. Bahkan, Malaysia menguasai 24% total impor makanan Indonesia. Ini pula yang menjadikan Malaysia menjadi negara pengekspor makanan minuman terbesar ke Indonesia.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman menuturkan, lonjakan impor makanan Malaysia cukup mengkhawatirkan. Impor dari Malaysia lebih mudah masuk karena lokasinya dekat. Lagi pula, selera makanan kedua negara pun hampir sama. "Pemerintah Malaysia juga sangat mendukung industrinya dengan memberi subsidi gula dan BBM," kata Adhi, Rabu (19/10).

Produk makanan dan minuman impor dari Malaysia yang banyak beredar di antaranya makanan kecil, cokelat, santan, susu, dan minuman ringan. Selain Malaysia, Adhi mengatakan impor dari Vietnam, meskipun masih kecil juga harus diwaspadai.

Sepanjang Januari-September 2011, impor makanan minuman dari Vietnam mencapai US$ 2,21 juta atau naik 551,85%. Menurut Adhi, Vietnam ingin meniru Singapura, meskipun negaranya kecil tapi perdagangannya maju.

Awasi pelabuhan tikus

Total nilai impor makanan dan minuman dari seluruh negara yang tercatat selama 9 bulan tersebut US$ 176,07 juta. Angka itu naik 16,15% dari periode yang sama 2010.

Impor tersebut didominasi oleh negara di kawasan ASEAN yang nilainya mencapai US$ 85,83 juta atau naik 28,32%. Sedangkan impor dari China sebesar US$ 23,56 juta. Nilai impor dari China naik 5,26%, tapi porsinya terhadap total impor berkurang dari 14,76% menjadi 13,37%.

Wakil Sekjen Apindo Franky Sibarani mengatakan, peningkatan impor dari negara di kawasan ASEAN terutama Malaysia menjadi peringatan tersendiri bagi Indonesia sebelum memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015. "Jangan sampai kita hanya dimanfaatkan karena 50% market ASEAN ada di Indonesia," kata dia.

Sebenarnya, produk impor yang beredar di pasaran jauh lebih besar dari data impor yang tercatat resmi. Franky bilang, impor makanan ilegal bisa mencapai dua kali lipat dari impor resmi. Produk impor ilegal itu masuk melalui pelabuhan-pelabuhan tikus yang jumlahnya sangat banyak. Padahal produk impor mestinya hanya masuk melalui 5 pelabuhan impor resmi.

Karena itu, Gapmmi meminta pemerintah lebih ketat mengawasi pelabuhan tikus. Pemerintah juga harus menambah daya saing industri dalam negeri, seperti membangun infrastruktur dan memenuhi kebutuhan gas industri.

Kebijakan masing-masing kementerian juga harus selaras. Pemerintah harus jelas memberikan keberpihakannya pada industri yang memberi nilai tambah bukan perdagangan semata.

0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 836 kali
Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut.
Salin Tulisan



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.