kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Industri akan mendapat kuota khusus impor daging


Jumat, 20 Juli 2012 / 15:30 WIB
ILUSTRASI. Buruh linting rokok menempel pita cukai di salah satu pabrik rokok di Blitar, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/foc.


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Usulan impor daging sapi sebanyak 7.000 ton oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) khusus untuk industri dan Horeka (hotel, restoran dan Katering) disambut positif pelaku usaha. Meski demikian, hingga saat ini rekomendasi impor belum sampai ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Haniwar Syarif, Direktur Eksekutif National Meat Processor Association (Nampa) Indonesia mengatakan, kuota impor daging sapi yang diusulkan cukup untuk memenuhi kebutuhan daging bagi industri sampai akhir tahun. "Tahun ini sangat sulit, dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Haniwar yang menyambut baik rekomendasi dari kemenperin tersebut, Jumat (20/7).

Berdasarkan perhitungan, kebutuhan daging sapi untuk industri rata-rata mencapai 1.500 ton per bulan. Dengan usulan kuota 7.000 ton dari Kemenperin itu, walhasil hanya cukup sampai 4,5 bulan. Namun, menurut Haniwar kekurangan bisa ditutup dari sisa suplai daging sapi yang diberikan pemerintah dan daging sapi lokal.

Sekadar informasi, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Benny Wahyudi, mengatakan, kuota daging sapi sebanyak 7.000 ton akan diberikan lantaran, terjepitnya bahan baku daging untuk kalangan pelaku usaha. Walau sudah diusulkan Kemenperin, namun rekomendasi impor daging sapi itu belum sampai ke Kemendag. "Sampai saat ini, kami belum mendapatkan rekomendasi impor itu," jawab Gita Wiryawan, menteri Perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×