kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Industri makanan tumbuh 7,69% di paruh pertama


Rabu, 30 Agustus 2017 / 20:50 WIB
Industri makanan tumbuh 7,69% di paruh pertama


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - Kapasitas produksi minuman ringan domestik bertambah setelah Coca-Cola Amatil Indonesia menambah kapasitas produksi di Medan.

“Kami memberi apresiasi kepada perusahaan ini,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto saat berkunjungan ke pabrik baru Coca-Cola Amatil Indonesia, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (30/8).

Ekspansi tersebut tidak terlepas dari prospek binis industri makanan dan minuman tanah air yang masih cerah. Di paruh pertama tahun ini saja bisa tumbuh 7,69%. "Sedangkan, kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 6,06%,” ungkapnya.

Peran subsektor industri makanan dan minuman dalam memberikan sumbangan pada PDB industri non-migas sendiri yang terbesar dibandingkan subsektor lainnya, yaitu mencapai 33,63% pada semester I tahun 2017. Di samping itu, realisasi investasi di sektor industri makanan dan minuman pada periode yang sama sebesar Rp 21,6 triliun untuk PMDN dan US$ 1,18 miliar untuk PMA.

Dengan kinerja tersebut, ia mendorong pelaku industri makanan dan minuman di dalam negeri tetap berupaya meningkatkan mutu, produktivitas dan efisiensi di seluruh rangkaian proses produksi. Sejalan dengan langkah itu, diperlukan pula peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta kegiatan penelitian dan pengembangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×