kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.195   -69,92   -0,85%
  • KOMPAS100 1.156   -12,41   -1,06%
  • LQ45 829   -10,84   -1,29%
  • ISSI 294   -2,01   -0,68%
  • IDX30 431   -4,70   -1,08%
  • IDXHIDIV20 516   -5,24   -1,00%
  • IDX80 129   -1,49   -1,14%
  • IDXV30 142   -0,63   -0,44%
  • IDXQ30 139   -1,78   -1,26%

IPB: Ekspor beras tak memungkinkan


Minggu, 15 Oktober 2017 / 19:37 WIB
IPB: Ekspor beras tak memungkinkan


Reporter: Abdul Basith | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Indonesia mengekspor beras ke Malaysia dinilai tidak memungkinkan. Hal itu dilihat dari sudut pandang harga dan produksi.

"Kalau dari harga, beras Indonesia sudah di atas harga beras internasional," ujar Dwi Andreas, Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Minggu (15/10).

Dwi bilang, beras yang diperdagangkan dalam jumlah besar merupakan beras medium. Sementara, harga beras tersebut lebih mahal dibandingkan negara lain.

Produksi beras pun dinilai saat ini sedang dalam kekurangan. Serangan hama pada Juli hingga September membuat hasil panen berkurang. Menurut Dwi, hal itu juga diperlihatkan dari serapan Perusahaan Umum (Perum) Bulog yang hanya mencapai setengah dari target 3,7 juta ton pada tahun 2017.

Meski begitu, Dwi bilang, Indonesia masih memungkinkan melakukan ekspor beras organik. Namun, dilihat dari jumlah target ekspor, produksi beras organik Indonesia belum mencapai angka tersebut. "Kita memang melakukan ekspor beras organik ke Malaysia, tapi jumlah sangat kecil tidak sampai 1.000 ton,"  imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×