Reporter: Asep Munazat Zatnika, Azis Husaini, Pratama Guitarra | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Dugaan percaloan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia hingga tahun 2041 menyeret Istana.
Selain Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ada pejabat Istana yang juga disebut dalam transkrip pembicaraan antara Direktur Utama Freeport Indonesia Ma'roef Sjamsudin, Ketua DPR RI Setya Novanto, dan pengusaha minyak Muhammad Reza Chalid.
Berdasarkan transkrip rekaman yang salinannya diterima KONTAN, Setya Novanto dan Reza menjanjikan Freeport Indonesia bisa mendapatkan perpanjangan kontrak sampai tahun 2041. Asalkan, Freeport memberikan saham 20%.
Saham itu diklaim akan diberikan kepada Presiden Jokowi sebesar 11% dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapat 9%.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah membaca transkrip dan sudah mendengar rekaman pembicaraan antara Setya, Reza dan Ma'roef terkait rencana perpanjangan kontrak karya yang disebut-sebut mencatut nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Presiden sudah membaca dan Presiden sudah mendengarkannya. Saya juga sudah mendengar," tutur Pramono kepada wartawan di kawasan Istana Kepresidenan, Selasa (17/11), seperti dikutip dari situs Seskab.
Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyatakan telah mendengar penjelasan Setya Novantyo setelah pada Senin (16/11). Setya juga telah menjelaskan duduk perkara isi laporan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan perwakilan Rakyat (DPR).
Setya memang langsung menyambangi Jusuf Kalla di kantornya, Senin (16/11) sore, sekitar pukul 14.48 WIB untuk melakukan klarifikasi ke Jusuf Kalla. Wapres mengakui hanya menjadi pendengar yang baik dalam pertemuan itu.
Ia tidak menjelaskan secara detil isi pembicaraan dengan Setya. Hanya, Setya membantah menggunakan namanya beserta Jokowi ketika bertemu dengan petinggi Freeport. "Dia menyampaikan bahwa dia tidak menjual nama," kata Jusuf Kalla, Senin (16/11).
Jusuf Kalla juga mengaku tidak nyaman dengan isu yang berkembang bahwa namanya dijadikan alasan sejumlah anggota DPR ketika bertemu petinggi Freeport. "Tidak benar kalau saya meminta jatah saham Freeport sebesar 9%," ujarnya.
Jusuf Kalla bilang, langkah Sudirman melaporkan Setya ke MKD telah berkonsultasi dengan dirinya. Sebab, jika hanya dilempar ke publik, hanya akan gaduh. Jika dilaporkan ke MKD, semua tudingan itu akan diklarifikasi. "Daripada dikira bohong," ujarnya.
Terkait nama-nama yang ada di dalam percakapan tersebut, Rabu (19/11), Menko Polhukam Luhut Pandjaitan akan melakukan konferensi pers di kantornya.
Maklum, dalam percakapan itu, Luhut berkali-kali disebut oleh Setya Novanto. Belum jelas, apa peran Luhut dalam masalah itu. Ada juga disebut nama Darmawan Prasodjo, Deputi Kantor Staf Kepresidenan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













