kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.573
  • EMAS594.906 -0,17%

Jadi prioritas Industri 4.0, lima sektor ini berkontribusi 60% untuk PDB

Selasa, 15 Mei 2018 / 15:21 WIB

Jadi prioritas Industri 4.0, lima sektor ini berkontribusi 60% untuk PDB
ILUSTRASI. Menperin Airlangga Hartarto meninjau Pameran Produk Makanan dan Minuman

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian telah menetapkan lima sektor manufaktur yang akan diprioritaskan pengembangannya pada tahap awal agar menjadi percontohan dalam implementasi revolusi industri generasi keempat di Tanah Air. Lima sektor tersebut, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik serta kimia.

“Selama ini, dari lima sektor industri itu mampu memberikan kontribusi sebesar 60% untuk PDB, kemudian menyumbang 65% terhadap total ekspor, dan 60% tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (15/5).

Airlangga meyakini, kinerja lima sekor industri tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya. "Sesuai asprirasi Making Indonesia 4.0, diharapkan pertumbuhan PDB bertambah 1%-2%. Jadi, kalau saat ini rata-rata 5% bisa menjadi 6%-7%. Kemudian, dengan capaian itu, penciptaan lapangan kerja naik 30%, dan kontribusi industri 25%,"paparnya.

Oleh karena itu, Kemperin terus fokus untuk meningkatkan daya saing lima sektor industri tersebut. Misalnya, target industri makanan dan minuman bakal menjadi kekuatan manufaktur besar di tingkat Asean. Selanjutnya, untuk industri tekstil dan pakaian, akan menuju produsen pakaian fungsional seperti baju olahraga yang berkembang di pasar ekspor.

Sedangkan, bagi industri otomotif, kita bisa menjadi pemain terkemuka dalam ekspor kendaraan listrik. "Untuk industri kimia, kita punya potensi menjadi pemain terkemuka di industri biokimia. Serta, di industri elektronik, kita akan mengoptimalkan kemampuan pelaku industri domestik," ungkapnya.

Menperin menyebutkan, beberapa langah strategis yang tengah dijalankan dalam upaya pengembangan industri manufaktur nasional, antara lain Kemperin telah mengusulkan mengenai pemberian insentif berupa pengurangan penghasilan kena pajak di atas 100% atau super deductible tax. Insentif ini diberikan bagi industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi dan mengembangkan inovasi.

Menperin optimistis, lima sektor industri yang ditetapkan di dalam Making Indonesia 4.0 juga akan memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan ekonomi digital. "Jadi, secara langsung revolusi industri 4.0 akan merevitalisasi industri, mampu meningkatkan ekspor dan keuangan negara, membangun ekonomi nasional yang kokoh, serta membuka pasar tenaga kerja yang lebih besar," sebutnya.

Kementerian Perindustrian mencatat, periode triwulan I-2018, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 5,03%, naik dibanding periode yang sama tahun 2017 sekitar 4,80%. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98%.


Reporter: Agung Hidayat
Editor: Herlina Kartika

MANUFAKTUR

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0708 || diagnostic_web = 0.2971

×