INDUSTRI
Berita
Kontrak pembelian batubara PLN lampaui kebutuhan

KONTRAK BATUBARA

Kontrak pembelian batubara PLN lampaui kebutuhan


Telah dibaca sebanyak 1480 kali
Kontrak pembelian batubara PLN lampaui kebutuhan

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyerap batubara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebanyak 13,357 juta ton, selama kuartal I lalu. Batubara sebanyak itu dipakai untuk bahan bakar PLTU yang dioperasikan PLN sendiri (10,2 juta ton) serta, sisanya, untuk bahan bakar PLTU yang dioperasikan oleh pengembang swasta alias independent power producers (IPP).

Kepala Divisi Batubara PLN Helmi Najamudidin mengatakan, selama ini pembangkit listrik plat merah ini membeli batubara dari sejumlah perusahaan pemegang konsensi batubara di dalam negeri. "Kami sudah kontrak jangka panjang, seperti dengan Adaro dan Arutmin," ujar Helmi.

Menurut dia, tahun ini tercatat ada sembilan perusahaan pemegang Perjanjian Kontrak Penambangan Batubara (PKP2B) yang memasok batubara untuk PT PLN dan pengembang listrik swasta (IPP). Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Kaltim Prima Coal, PT Bukit Asam, PT Arutmin Indonesia, PT Adaro Indonesia, PT Kideco Jaya Agung, PT Berau Coal, PT Indominco Mandiri, PT Lanna Harita Indonesia, serta PT Jorong Barutama Greston. Menurut Helmi, tahun ini, total kontrak penjualan batubara seluruh perusahaan PKP2B tersebut tahun 2012 ini mencapai 49,941 juta ton.

Selain dari perusahaan batubara PKP2B, perusahaan-perusahaan batubara pemegang izin usaha pertambangan (IUP) juga memasok batubara untuk pembangkit listrik di dalam negeri. Tercatat ada 14 perusahaan batubara pemegang IUP dengan total kontak mencapai 19.308 juta ton.

Dengan demikian, catatan Helmi, total kontrak pembelian batubara untuk kebutuhan listrik 2012 mencapai 69,249 juta ton. Volume ini lebih besar dari perkiraan kebutuhan yang hanya 59,3 juta ton.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2011-2020, kebutuhan batubara PLN pada tahun 2020 nanti mencapai 125,7 juta ton. Nah, tahun ini, berdasarkan RUPTL tersebut, kebutuhan batubara PLN baru sebesar 59,3 juta ton. Selanjutnya, tahun 2013 sebesar 73,8 juta ton, 2014 sebesar 83,0 juta ton,2015 sebesar 88,8 juta ton, dan 2016 sebesar 96,0 juta ton. Lalu, setahun berikutnya (2017) kebutuhan batubara PLN akan menembus 101,4 juta ton, 2018 menjadi 109,3 juta ton, dan 2019 sebesar 116,7 juta ton.

Helmi mengatakan perusahaan batubara mesti melaksanakan ketentuan domestic market obligation (DMO), sebab kebutuhan batubara PLN terus meningkat.

Untuk itu PLN mengusulkan agar produsen batubara yang memproduksi batubara berjenis kalori 6000 kcal/kg DMO-nya mesti 10 juta ton per tahun, 5000 kcal/kg mesti memasok 80 juta ton per tahun, dan untuk 4000 kcal/kg 50 juta ton per tahun.

Telah dibaca sebanyak 1480 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..