: WIB    —   
indikator  I  

KS ingin harga gas jadi US$ 5 dolar per mmbtu

KS ingin harga gas jadi US$ 5 dolar per mmbtu

JAKARTA. Kementerian Perindustrian bersama dengan LPEM UI telah mengkaji 4 skenario penurunan harga gas mulai dari 10% sampai dengan 40%. Hal ini pun disambut positif oleh kalangan industri.

Dadang Danusiri Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Tbk mengatakan, penurunan harga gas ini sangat membantu industri baja. Saat ini, Krakatau Steel menggunakan gas dengan komponen 10-20% dari total biaya produksi.

Krakatau Steel berharap harga gas dapat diturunkan menjadi US$ 5 dolar per mmbtu dari saat ini yang dikisaran US$ 7,35 hingga US$ 9,85 per mmbtu. Dengan penurunan harga segitu, Danang yakin baja nasional bisa bersaing dengan produk baja impor.

"Daya saing kami akan lebih baik sehingga penjualan bisa meningkat," kata Dadang, Selasa (16/2).

Lain lagi bagi PT Pupuk Indonesia. Wijaya Laksana, Manager Humas dan Sekretariat PT Pupuk Indonesia (Persero) mengatakan, penurunan harga gas belum akan dirasakan dalam waktu dekat. Pasalnya, pihaknya sudah terikat kontrak jangka panjang dengan produsen gas.

"Kecuali kalau ada negosiasi ulang, sehingga harga gas buat industri pupuk ini bisa turun," ujarnya.

Saat ini Pupuk Indonesia membeli gas dengan harga US$ 6-US$ 8 per mmbtu. Menurut Wijaya idealnya harga gas di bawah US$ 5 per mmbtu. Apalagi pengeluaran untuk gas ini mencapai 70% dari biaya produksi pupuk.


Reporter Mimi Silvia
Editor Hendra Gunawan

HARGA GAS

Feedback   ↑ x
Close [X]