kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.316
  • LQ451.100,19   1,30   0.12%
  • SUN106,45 -0,03%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

KTNA: Sosialisasi asuransi pertanian harus gencar

Kamis, 30 November 2017 / 22:47 WIB

KTNA: Sosialisasi asuransi pertanian harus gencar

Asuransi Lahan Pertanian ----- Petani beraktivitas di lahan kebun bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, Jumat (14/7). Kebijakan pemerintah mendorong asuransi sektor pertanian dan peternakan mulai diminati petani dan peternak. Setidaknya, Jumlah lahan pertanian yang diasuransikan dalam dua tahun terakhir semakin luas, sebagai perbandingan tahun 2016 baru 660 ribu hektare lahan yang diasuransikan, hingga akhir 2017 ini diharapkan naik menjadi satu juta hektare. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/07/2017

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga saat ini, luas lahan yang terdaftar dalam asuransi pertanian belum mencapai target yang telah ditentukan, yakni 1 juta hektare. Menyikapi hal ini, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno Tohir berpendapat, sosialisasi asuransi pertanian masih harus terus dilakukan.

Menurut Winarno, asuransi pertanian merupakan salah satu program yang sangat efektif untuk mengatasi berbagai resiko yang mungkin dialami petani. Apalagi, saat ini cuaca tidak menentu, suatu daerah bisa terkena banjir atau mengalami hama penyakit.

Karena manfaat yang bisa diperoleh petani ini, Winarno berharap banyak petani yang mendaftarkan lahannya dalam asuransi pertanian.

"Saya inginnya banyak minat, sehingga target 1 juta itu kurang, sehingga ditambah lagi. ini kan salah satu implementasi dari undang-undang perlindungan dan pemberdayaan petani," jelas Winarno kepada Kontan.co.id, Kamis (30/11).

Sayangnya, masih banyak petani yang belum mendaftar dalam asuransi pertanian ini. Hal tersebut dikarenakan sulitnya petani mendapatkan akses karena lokasinya yang jauh, dan ada pula petani yang kesulitan membayar premi. Padahal, menurut Winarno, tidak ada syarat-syarat sulit yang harus dipenuhi petani.

Menurut Winarto, hingga saat ini petani yang paling banyak mendaftarkan asuransi pertanian berada di kawasan Jawa, Sumatera Selatan, dan Sulawesi. Hal ini dikarenakan akses informasi dan kemudahan mencari asuransinya.

Winarto mengatakan, melalui asuransi pertanian ini, petani akan bisa mendapatkan klaim sebesar Rp 6 juta per hektare, apabila terjadi kerusakan hingga 75%. "Petani juga akan lebih mudah mendapatkan pinjaman dari bank atau KUR karena sawahnya diasuransikan," terangnya.


Reporter Lidya Yuniartha
Editor : Yudho Winarto

ASURANSI PERTANIAN

Berita terbaru Industri

TERBARU
MARKET
IHSG
18,23
6.490,90
0.28%
 
US/IDR
13.331
-0,25
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy