: WIB    —   
indikator  I  

Mayapada berambisi membangun 50 rumah sakit

Mayapada berambisi membangun 50 rumah sakit

JAKARTA. Mayapada Group masih melihat peluang meraih cuan pada bisnis rumah sakit. Perusahaan yang didirikan oleh taipan Dato Sri Tahir itu, berencana membangun 50 rumah sakit berbendera RS Mayapada dalam dua tahun ke depan, alias hingga 2017.

Dari total 50 rumah sakit tersebut akan memuat 6.000-7.000 tempat tidur. Mayapada Group akan merealisasikan mimpi mereka melalui anak perusahaan yang memang bergerak pada bisnis rumah sakit, yakni PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.

Untuk membangun satu rumah sakit, Mayapada Group  harus merogoh kocek Rp 50 miliar - Rp 250 miliar. Besaran biaya investasi tergantung lokasi rumah sakit. Dengan begitu, dana untuk membangun 50 rumah sakit sekitar Rp 2,5 triliun - Rp 12,5 triliun.

Khusus untuk tahun 2016, Mayapada Group berencana merealisasikan pembangunan 15 rumah sakit. "Itu yang sudah terkonfirmasi," terang Dato Sri Tahir  yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer Mayapada Group, kepada KONTAN, Rabu (25/11).

Pilihan lokasi Mayapada Group yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Banjarmasin. Meskipun memilih lokasi kota besar, manajemen perusahaan ini memastikan akan selektif memilih lokasi persisnya. Tujuan mereka, agar tak mematikan keberadaan rumah sakit milik pemerintah.

Rancangan Mayapada Group, dari 15 rumah sakit tadi, sebanyak lima hingga enam rumah sakit di antaranya akan berlokasi di sekitar ibu kota. Salah satu rumah sakit yang akan mereka bangun ada di Jakarta Timur. Perusahaan itu mengaku sudah membeli lahan di kawasan Jakarta Garden City.

Informasi saja, Jakarta Garden City adalah proyek yang kini dikembangkan oleh PT Modernland Realty Tbk. Total luas lahan proyek kawasan itu 370 hektare (ha).

Tak cuma memikirkan lokasi, Mayapada Group juga serius menggarap konsep rumah sakit. Mereka mengklaim, konsep rumah sakitnya berbeda dengan kompetitor, seperti RS Mitra Keluarga milik PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, atau RS Siloam milik milik Lippo Group.

Tahir mengatakan, tolok ukur RS Mayapada yakni rumah sakit di Singapura. Nah, salah satu rumah sakit yang telah mengusung konsep seperti yang dia harapkan yakni  RS Mayapada di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. "Kami akan membangun rumah sakit yang komprehensif seperti RS Mayapada di Jakarta Selatan," terang Tahir.

Saat ini Mayapada Group sudah mengoperasikan dua rumah sakit, yaitu di Tangerang, Banten dan Jakarta Selatan. Keduanya berisi total 500 tempat tidur.

Asal tahu saja, selain rumah sakit, Mayapada Group juga berencana mengembangkan bisnis klinik. Laman perusahaan itu menyebutkan, jika mereka ingin membangun sebanyak  150 klinik di bawah bendera Your Clinic. Bisnis klinik berada di bawah PT Prima Healthcare Solutions.

Selain menggarap bisnis kesehatan, Mayapada Group juga mengembangkan empat sektor bisnis lain. Keempat sektor tersebut yakni jasa keuangan, real estat, ritel dan media.


Reporter Pamela Sarnia
Editor Hendra Gunawan

BISNIS MAYAPADA GROUP

Feedback   ↑ x