INDUSTRI
Berita
Mobil nasional Tawon siap menyengat empat kota besar

INDUSTRI MOBIL NASIONAL

Mobil nasional Tawon siap menyengat empat kota besar


Telah dibaca sebanyak 1059 kali
Mobil nasional Tawon siap menyengat empat kota besar

JAKARTA. Eforia mobil nasional terus menggempita. Untuk memanfaatkan momentum itu, salah satu merek mobil nasional, Tawon, produksi PT Super Gasindo Jaya, akan mendirikan empat diler penjualan di Pulau Jawa.

Beberapa kota yang akan disasar Tawon antara lain, Jakarta, Banten, Surabaya, dan Solo. "Di Jakarta lokasinya akan berada di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat," kata Dewa Yuniardi, Direktur Marketing Asosiasi Industri Automotif Nusantara (Asia Nusa) yang juga Direktur Marketing PT Super Gasindo Jaya, Senin (16/1).

Dewa mengatakan, gerai penjualan di Jakarta, saat ini tinggal menunggu penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan kontrak kerjasama dengan distributor. Sementara di Banten, gerai penjualan akan dibangun sendiri oleh produsen mobil Tawon.

Di Surabaya, gerai Tawon akan ditangani oleh Koperasi Angkutan Serba Guna (Angguna), Surabaya. Menurut Dewa, kedua belah pihak sudah menandatangani nota kesepakatan kerjasama sehingga pembukaan gerai bisa dilakukan dengan segera.

Tak hanya itu, koperasi Angguna juga sudah menandatangani kesepakatan untuk menggunakan Metro Tawon sebagai angkutan penumpang di Surabaya. Dalam kerjasama itu, Super Gasindo Jaya akan menyediakan 200 unit Tawon untuk Angguna.

Tak hanya Tawon saja yang dilirik Angguna, mobil nasional merek GEA yang diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (Inka) rencananya juga akan dipakai untuk moda angkutan di Surabaya. Dewa mengatakan, Angguna sudah memesan 200 unit GEA.

Di Solo, gerai penjualan Tawon masih dalam perencanaan awal. Dewa berharap, di Solo, mobil nasional seperti Tawon akan bisa menjadi taksi rakyat. "Selain empat kota tersebut, gerai penjualan juga akan dibangun di kota lain dengan menggandeng distributor," katanya.

Hanya saja, menurut Dewa, kerjasama gerai penjualan Tawon dengan distributor masih belum pasti. Sebab saat ini, Asia Nusa masih menunggu kepastian kerjasama dengan lembaga pembiayaan agar mobil ini bisa dijual dengan sistim kredit.

Tanpa mau mengatakan berapa dana yang disiapkan untuk membangun gerai, menurut Dewa, besarnya dana lebih kecil jika dibanding biaya pembangunan gerai penjualan mobil dari produsen besar.

Dewa optimistis, masyarakat bakal diterima masyarakat walau sebenarnya dirancang untuk angkutan alternatif di kota-kota besar. Dia menyebutkan, awal tahun ini saja pesanan Tawon dari Jakarta mencapai 20 unit. Harga tiap unit Tawon sekitar Rp 40 juta dengan kapasitas 650 cc.

Selain Tawon, Fin Komodo juga telah membuka gerai di Denpasar, Bali, akhir Desember lalu. Pemilik PT Fin Komodo Teknologi, Ibnu Susilo mengatakan, pihaknya berencana membuka gerai penjualan selain di Denpasar. "Saat ini pemesanan bisa banyak dilakukan online," kata Ibnu.

Ibnu yang juga menjabat Ketua Umum Asia Nusa mengatakan, pemesanan akan ditangani langsung dari pusat produksi yang berada di Cimahi, Jawa Barat. Ibnu berharap, ke depan penjualan mobil yang berada di bawah Asia Nusa, seperti Tawon, GEA, dan Fin Komodo bisa dilakukan dalam satu gerai.

Editor: Edy Can
Telah dibaca sebanyak 1059 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..