BERITA INDUSTRI
Berita
Pertamina kantongi laba Rp 24,6 triliun di 2011

KINERJA PERTAMINA

Pertamina kantongi laba Rp 24,6 triliun di 2011


0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 911 kali
Pertamina kantongi laba Rp 24,6 triliun di 2011

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) berhasil meraih laba sebesar Rp 24,6 triliun sepanjang tahun lalu. Angka tersebut 38,98% lebih tinggi dari target yang dipatok perusahaan, yaitu sebesar Rp 17,7 triliun.

Juru Bicara Pertamina Mochamad Harun menuturkan, tingginya laba perseroan disebabkan tingginya harga minyak sepanjang tahun kemarin. “Harga minyak yang lebih tinggi dibanding 2010 lalu, membantu kenaikan laba perusahaan,” katanya, Selasa (7/2).

Selain melebihi target, laba tahun lalu juga jauh lebih tinggi dari laba yang diperoleh Pertamina di 2010 yang hanya Rp 16,7 triliun.

Menurut Harun, selain kenaikan harga, efisiensi dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga turut mendongkrak keuntungan. "Kami berhasil memangkas kerugian," sebutnya.

Tahun lalu, Pertamina hanya menanggung kerugian Rp 500 miliar dalam penyualuran BBM subsidi. Angka sebut 85% lebih rendah dari kerugian di 2010 yang mencapai Rp 3,3 triliun. Efisiensi yang dilakukan perseroan, yaitu dengan pembelian minyak dari luar negeri di harga rendah. Cara tersebut baru dimulai Pertamina sejak tahun lalu.

Meski demikian, Pertamina juga menanggung rugi dari bisnis Elpiji nonsubsidi. Kerugian jualan elpiji nonsubsidi tersebut tahun lalu mencapai Rp 3,8 triliun. “Karena kami diminta untuk menstabilkan harga,” jelas Harun.

Seperti diketahui, saat ini harga jual Elpiji Pertamina masih jauh di bawah harga pasar. Pertamina menjual Elpiji 50 kg seharga Rp 7.355 per kilogram, sedangkan harga pasar sudah mencapai sekitar Rp 9.000 per kg. Selama ini, selisih harga jual tersebut ditanggung oleh perseroan. Akibatnya, perusahaan minyak pelat merah itu mengalami kerugian hingga Rp 3,2 triliun pada 2010 lalu.

Untuk realisasi belanja modal, dia mengatakan, masih di bawah target perseroan sebesar Rp 37,7 triliun. Per Desember 2011, realisasi investasi Pertamina hanya Rp 33,93 atau hanya 90% dari target.

Harun memang memperkirakan realisasi belanja modal tidak akan sesuai target. Pasalnya, banyak proyek non migas perseroan yang masih terkendala izin. Untuk itu, sisa dana investasi akan digeser untuk investasi tahun ini, terutama untuk merger dan akuisisi. Tahun ini Pertamina mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 52,8 triliun.

0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 911 kali
Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut.
Salin Tulisan



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.