: WIB    —   
indikator  I  

PLN bangun listrik permanen di desa

PLN bangun listrik permanen di desa

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun kelistrikan permanen di desa-desa yang terisolasi. Ada sekitar 1.364 desa yang siap dialirkan listrik dengan pembangkit mini.

Proyek PLN ini berbeda dengan Program Indonesia Terang untuk 2.510 desa, yang sumber listriknya memakai solar home system. Direktur Perencanaan PLN Nicke Widyawati menjelaskan, desa yang menjadi sasaran untuk dialiri listrik oleh PLN merupakan hasil dari survei yang dilakukan BUMN tersebut dengan menggunakan metode rooftop tagging.

Berdasarkan survei PLN, ada tambahan 1.364 desa. "Sementara program Kementerian ESDM 2.510 desa itu akan kami sinkronisasikan dengan temuan PLN," katanya, dalam diskusi bersama media di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (15/5).

Ia menjamin, program tambahan listrik desa dari PLN tidak akan bertabrakan dengan program ESDM. Implementasi akan dilakukan secara bersama-sama, tapi dengan mekanisme yang berbeda.

PLN langsung berkoordinasi dengan pemerintah dalam implementasi pengadaan listrik, termasuk dengan penyediaan dana. "Kementerian ESDM mayoritas solar home system, sifatnya temporer, sementara PLN solusi permanen, kita ingin konektivitas," klaimnya.

Solusi permanen yang ditawarkan PLN adalah dengan membangun sejumlah pembangkit listrik mini untuk memenuhi kebutuhan di suatu wilayah. "Fokus kami grid extention (perluasan jaringan) dan isolated (sistem pembangkit terpisah) menyebar. Kami bersama sama berbagi tugas. Kita menargetkan, 3 tahun selesai kami koordinasikan dengan ESDM," ujarnya.

Asal tahu saja, sejak tahun lalu pemerintah menjadikan program listrik desa sebagai salah satu prioritas. Kementerian ESDM menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 38 Tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Pedesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan, dan Pulau Kecil Berpenduduk Melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Skala Kecil.

Dalam beleid tersebut, pemerintah membuka pintu bagi investor swasta membangun kelistrikan di daerah. Sama seperti pemerintah, bagi PLN, percepatan listrik desa khususnya daerah terisolir akan ditempuh dengan meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT). "Untuk tenaga surya, kami membangun tower PLTS lalu manfaatkan potensi air dengan bangun PLTMH," jelasnya.

Nicke menambahkan, di tahun 2017 ini pembangunan listrik desa Papua dan Papua Barat akan membutuhkan investasi sebesar Rp 1,81 triliun. Sementara untuk desa-desa yang berada di Provinsi Maluku dan Maluku Utara akan menyerap anggaran sebesar Rp 721 Miliar.


Reporter Pratama Guitarra
Editor Rizki Caturini

PEMBANGKIT LISTRIK

Feedback   ↑ x
Close [X]