INDUSTRI
Berita
Produk higienitas perempuan milik Kino sentuh penjualan Rp 200 miliar

PENJUALAN PRODUK KEWANITAAN

Produk higienitas perempuan milik Kino sentuh penjualan Rp 200 miliar


Telah dibaca sebanyak 1390 kali

JAKARTA. Penjualan produk higienitas perempuan terus meningkat, seiring sosialisasi masalah kesehatan organ intim wanita di masyarakat kian gencar.

Presiden Direktur Kino, salah satu produsen produk kewanitaan, Harry Sanusi, menyebutkan, total penjualan produk higienitas kewanitaan Kino mencapai Rp 200 miliar. Angka itu bertumbuh 15%-20% dibandingkan tahun lalu.

Beberapa merek pembersih organ kewanitaan milik Kino seperti Resik-V, Resik- V Manjakani, dan Absolut. Perusahaan meramalkan penjualan Resik-V dan Absolut mencapai lebih Rp 100 miliar sepanjang 2011. Menurut Harry, angka itu melompat di atas pertumbuhan pasar, yaitu sekitar 25% dibandingkan tahun lalu.

Pada perusahaan Kino, peningkatan itu juga didorong digunakannya kandungan herbal sebagai bahan baku. Artinya, bahan tradisional masih dipercaya untuk perawatan bagian tubuh perempuan. Maka, produk Resik V, atau cairan berbahan jamu itu menyumbang penjualan Rp 80 miliar - Rp 90 miliar bagi total penjualan Kino sekitar Rp 1,5 triliun - Rp 2 triliun.

Harry mengklaim, pangsa pasar Kino sekitar 45% terhadap total produk femeinine hygiene.

Sementara PT Mustika Ratu Tbk. tahun ini menikmati kenaikan penjualan antara 10%-20% dari penjualan produk higienitas perempuan. Menurut Putri Kuswisnuwardhani, Presiden Direktur Mustika, langkah untuk meningkatkan kesadaran merek yang dilakukan produsen menunjukkan potensi pasar terus melebar.

Editor: Rizki Caturini
Telah dibaca sebanyak 1390 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..