kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.912
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS620.130 0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Rencana spin off lini bisnis Ramayana ditunda

Rabu, 06 Desember 2017 / 16:06 WIB

Rencana spin off lini bisnis Ramayana ditunda

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah) beserta jajaran serta Dubes Indonesia untuk Korsel Umar Hadi (keempat kiri) dan perwakilan BKPM di Korsel Iman Soejoedi (kiri) berfoto bersama Vice Minister Finance and Strategi Korea Selatan Ko Hyoung-Kwon (keempat kanan) dan Deputy President Eximbank Korea Young-Pyo Hong (ketiga kanan) pada Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) di Seoul, Korea Selatan, Rabu (20/9). Dalam kegiatan IIIF tersebut, Menteri Bambang dihadapan 200 calon investor Korsel menyampaikan bahwa infrastruktur merupakan prioritas pembangunan karena bagian penting dari Nawacita dan Indonesia ingin menarik investasi Korsel melalui skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) dan Public Private Partnership (PPP). ANTARA FOTO/HO/Hidayat/ama/17.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) sejak beberapa waktu lalu mewacanakan untuk memisahkan bisnis atawa spin off bisnis fesyen dan supermarket. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan profitabilitas dua lini bisnis tersebut.

Setyadi Surya, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan RALS mengatakan, saat ini pihaknya masih memfokuskan diri di bisnis fesyen atau department store. Hal ini karena kontribusi dari bisnis tersebut sangat baik bagi perusahaan.

Baca Juga

Hal ini justru berbeda dialami oleh lini bisnis supermarket yang justru memiliki rapor merah. Oleh karena itu, sejauh ini perusahaannya belum akan fokus pada atau masih menunda pengembangan di segmen tersebut.

"Supermarket kami itu minus sampai 15% jadi kami melihat tidak ada pertumbuhan. Jadi kami terpaksa menunda atau tidak fokus dulu ke bisnis supermarket," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (6/12).

Manajemen hanya berusaha mengganti counter di gerai supermarket yang tidak berkinerja baik dengan produk fesyen agar kontribusi pendapatan membaik. "Dengan pertumbuhan di lini fesyen dan minus di lini supermarket, same store sales growth untuk periode Januari-Oktober 2017 masih minus 0,9% dibandingkan Januari-Oktober tahun lalu," lanjutnya.

Saat ini, dari total gerai RALS yang mencapai 114 gerai, sebanyak 86 gerai di antaranya merupakan format yang terintegrasi antara department store dengan supermarket. Sedangkan sampai akhir tahun nanti total gerai RALS akan meningkat menjadi 116 gerai dengan gerai di BSD dan Bekasi yang mulai beroperasi.


Reporter: Andy Dwijayanto
Editor: Rizki Caturini

RITEL

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×