BERITA INDUSTRI
Berita
Semester II, Jawa ketambahan setrum 630 mw

PENAMBAHAN ALIRAN LISTRIK

Semester II, Jawa ketambahan setrum 630 mw


0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 1468 kali
Semester II, Jawa ketambahan setrum 630 mw

JAKARTA. Sistem pasokan listrik di Jawa semakin meningkat. Sebab, pada semester II tahun ini akan mendapatkan pasokan tambahan dari dua unit pembangkit tenaga listrik uap (PLTU) Lontar yang akan beroperasi. Masing-masing unitnya memiliki kapasitas pasok sebesar 315 mw.

"Dua unit PLTU Lontar dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni dan Agustus 2011. Setiap unit pembangkit akan memasok listrik dengan kapasitas 315 MW. PLTU Lontar akan memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali, khususnya bagi Jakarta dan sekitarnya,” ujar Direktur Indonesia Power, Djoko Hastowo, Senin (21/3).

Dua unit PLTU Lontar ini masuk dalam proyek 10.000 megawatt (mw). Sebelumnya, sudah ada PLTU Lontar unit 1 yang sudah beroperasi pada Desember 2010. Dengan adanya dua tambahan PLTU ini, maka pasokan di Jawa-Bali akan ketambahan pasokan setrum sebesar 945 mw.

Djoko bilang tujuan dari pembangunan PLTU tersebut adalah untuk mendukung keandalan pasokan listrik sekaligus mengurangi beban subsidi dari pemakaian BBM pada pembangkit listrik. Sebab harga bahan bakar minyak yang terus melambung tinggi.

Untuk menghasilkan energi listrik sebesar itu, lanjut Djoko, PLTU Lontar membutuhkan sekitar 2,29 juta ton batubara setiap tahunnya "Daya listrik yang dihasilkan akan didistribusikan melalui jaringan transmisi 150 KV sepanjang 22 km ke Gardu Induk Teluk Naga dan Gardu Induk Tangerang Baru," kata Djoko.

Pembangunan ketiga unit pembangkit ini termasuk juga pelabuhan, PLN bekerja sama dengan kontraktor asal China, PT. Dalle Energy dan Dong-Fang Electric Corporation Ltd. Sedangkan, pengelolaan PLTU Lontar dipercayakan kepada PT. Indonesia Power. Dalam pelaksanaannya, IP menggandeng anak perusahaannya, PT. Cogindo Daya Bersama (CDB).

Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan mengatakan untuk wilayah Jawa Bali, ia menargetkan biarpet hanya akan terjadi sembilan kali setahun per pelanggan. Selain mengandalkan pasokan setrum dari pembangkit baru, kata Dahlan, PLN juga akan memperkuat transmisi jaringan distribusi. Caranya dengan memperbanyak pengadaan trafo.

"Tahun lalu kita kan ada 10.000 trafo tapi tahun ini ada sekitar 15.000 trafo," kata Dahlan. Untuk kebutuhan trafo, PLN harus menginvestasikan dana mencapai Rp 10 juta per trafo. "Jadi kebutuhannya kalikan saja," tandas Dahlan.

0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 1468 kali
Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut.
Salin Tulisan



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.