kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Spire Global gandeng perusahaan lokal

Selasa, 26 April 2016 / 13:30 WIB

Spire Global gandeng perusahaan lokal

JAKARTA. Perusahaan penyedia jasa satelit global asal Inggris Raya, Spire Global, meluncurkan sejumlah layanan satelit berbasis Automatic Identification System (AIS) di Indonesia.

Dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia, Spire menggandeng perusahaan lokal PT Imani Prima, yang telah 8 tahun bergerak dalam bidang aplikasi tracking dan monitoring berbasis AIS.
 
"Spire menyediakan sejumlah layanan satelit antara lain data untuk monitoring dan tracking kapal. Selain itu juga data cuaca," kata Mark Dembitz, Business Development Spire saat peluncuran layanan Spire Selasa (26/4/2016) di Jakarta, dalam keterangan tertulis.

Menurut Mark, teknologi AIS memiliki sejumlah kegunaan, antara lain mendeteksi aktifitas kapal ilegal

Selain itu, juga menyediakan opsi pengiriman pesan yang murah dan berbagai manfaat lain dalam rangka menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Indonesia.

Mark mengatakan, data yang ditangkap satelit akan diterjemahkan ke dalam bentuk informasi dengan menggunakan aplikasi.

Aplikasi tersebut nantinya akan dirancang oleh Imani Prima, sebagai mitra Spire di Indonesia.

Chief Technical Officer Imani Prima Yuli Cahyono mengatakan, Imani Prima telah berpengalaman membuat aplikasi untuk tujuan tracking dan monitoring dari data satelit.

Menurut Yuli, dalam aplikasi monitoring kapal yang yang dirancang Imani Prima, akan tersedia berbagai informasi antara lain nama dan jenis kapal serta record jalur tracking kapal tersebut dalam suatu periode.
 
CEO Imani Prima Takwa Fuadi mengatakan, monitoring berbasis AIS sangat diperlukan oleh otoritas pengawas seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Keamanan Laut, Kementerian Perhubungan dan instansi lainnya.
 
KKP misalnya, dapat menggunakan sistem monitoring AIS untuk memberantas illegal, unreported and unregulated (IIU) fishing. 
 
Pemberantasan IIU fishing saat ini menjadi fokus dan kebijakan utama Menteri KKP Susi Pudjiastuti.
 
"Sistem monitoring AIS ini tidak memberatkan nelayan dan pemilik kapal karena tidak perlu bayar transmisi data setiap bulan. Biaya hanya untuk beli alatnya, setelah itu tidak bayar lagi," kata Takwa. (Penulis: M Fajar Marta)


Sumber : Kompas.com
Editor: Dikky Setiawan
Berita terbaru Industri

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]