kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Swasta tak mau lirik usaha pembibitan sapi


Minggu, 23 September 2012 / 15:58 WIB
ILUSTRASI. PLN kejar proyek EBT


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Investor swasta masih belum melirik usaha pembibitan sapi. Meski pemerintah telah meluncurkan skim kredit usaha pembibitan usaha sapi (KUPS), tetapi pengembalian usaha (balik modal) yang terlalu lama membuat swasta lebih memilih usaha penggemukan sapi (feedloter) ketimbang pembibitan sapi.

Menurut Karnadi Direktur Utama PT Karya Anugrah Rumpin, swasta enggan masuk ke dalam usaha pembibitan sapi karena balik modalnya mencapai 2,5 tahun. "Balik modal yang tidak terlalu cepat tidak menarik untuk pengusaha," kata Karnadi, Minggu (23/9). Pengusaha lebih memilih investasi di sektor yang cepat mengembalikan modal seperti usaha penggemukan sapi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Prisma Mahesa Unggul, Irvan juga mengakui pengusaha sulit untuk terjun di usaha pembibitan sapi. Selama ini yang terjadi, untuk usaha pembibitan sapi lokal, hanya sekadar memindahkan sapi dari Jawa ke Jawa atau dari Jawa ke Jabodetabek.

Menurut Irvan, para pengusaha lebih memilih usaha penggemukan sapi karena potensinya cukup besar. Dalam satu hari, bobot sapi bisa naik mencapai 1,2 kg per hari. "Kenaikan ini memberikan peluang bagi swasta untuk investasi di sektor penggemukan sapi," kata Irvan.

Minimnya swasta masuk ke bisnis pembibitan sapi dibenarkan oleh Menteri Pertanian, Suswono. Makanya, Kementerian Pertanian berharap ada satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang masuk dalam usaha pembibitan sapi (breeding). Suswono mengharapkan, PT Berdikari juga mengembangkan usaha di sektor pembibitan sapi, tak hanya penggemukan sapi. Untuk itu, ia sudah membicarakannya dengan Menteri BUMN.

"Masalahnya BUMN itu diharapkan untuk mendapatkan profit, padahal usaha pembibitan untuk meraih laba itu cukup lama," kata Suswono.

Untuk membuat usaha pembibitan sapi menarik, pemerintah mengeluarkan insentif kepada swasta untuk mengembangkan usaha di sektor pembibitan sapi melalui subsidi bunga kredit melalui kredit usaha pembibitan sapi. Adapun melalui skema kredit tersebut, pemerintah memberikan subsidi bunga sebesar 9% sedangkan pengusaha hanya membayar bunga sebesar 5%.

Meski sudah ada subsidi bunga dari pemerintah, skema ini belum bisa berjalan karena belum ada perbankan yang bersedia menjadikan sapi milik pengusaha menjadi jaminan. Padahal, sebelumnya pemerintah dan pihak perbankan sepakat untuk ternak sapi bisa menjadi jaminan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×