: WIB    —   
indikator  I  

The MarkPlus Conference ke-12 digelar

The MarkPlus Conference ke-12 digelar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. MarkPlus Inc kembali menyelenggarakan The MarkPlus Conference ke-12 di akhir tahun 2017 ini. Konferensi pemasaran terbesar di Asia tersebut kali diselenggarakan di Ballroom, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place.

The MarkPlus Conference 2018 memfokuskan pembahasan mengenai tren dan fenomena pemasaran yang akan terjadi di Indonesia pada tahun 2018 mendatangi. Konferensi ini juga melibatkan 500 perusahaan dan 50 pembicara pilihan dalam bidangnya.

Founder & Chairman MarkPlus, Inc, Hermawan Kartajaya mengatakan tema yang diangkat tahun ini sangat erat keterkaitannya dengan tahun 2018 yang akan datang.

“Tahun 2018 ini merupakan tahun yang sulit diprediksi dan membuat pebisnis pesimistis,” jelas Hermawan, Kamis (7/12).

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi, lanjut Hermawan. Pertama karena sudah memasuki tahun politik untuk pemilihan presiden di 2019. Kedua adalah technology disruption yang telah dianggap menghancurkan beberapa perusahaan di Indonesia.

Ketiga adalah ekonomi yang sulit ditebak, ada yang berpendapat lebih baik, ada juga yang mengatakan bahwa bisa terjadi krisis sepuluh tahunan”

Hermawan menjelaskan tahun 2018 sangat pas bila disebut dengan istilah VUCA (Volatility-Uncertainty-Complexity-Ambiguity). “Intinya ada begitu banyak hal yang tidak dapat diketahui pasti dan ada begitu banyak dinamika seperti situasi dalam peperangan” jelas Hermawan.

Hermawan menambahkan untuk menghadapi situasi tersebut diperlukan tools yang dinamakan entrepreneurial marketing compass, yang merupakan kombinasi antara marketing, finance, dan entrepreneurship. Oleh karena itu diperlukan Financial Compass sebagai dashboard kapal yang menunjukkan situasi fundamental dan future korporasi.


Beberapa pembicara yang terlibat dalam The MarkPlus Conference 2018 antara lain: Managing Director Kapal Api Paulus I. Nugroho, Sales & Managing Director Pertamina Lubricant Andria Nusa, President Director Jiwasraya Hendrisman Rahim, CMO Go-jek Indonesia Piotr Jakubowski, CEO JD.ID Zhang Li, CEO InTouch Innovate Indonesia Kendro Hendra, dan masih banyak lagi.

 


Reporter Eldo Christoffel Rafael
Editor Dessy Rosalina

STRATEGI PEMASARAN

Feedback   ↑ x