: WIB    --   
indikator  I  

Tol Trans Jawa masih terhambat pembebasan lahan

Tol Trans Jawa masih terhambat pembebasan lahan

JAKARTA. Para pemilik konsesi atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk proyek Trans Jawa ingin mengebut pengerjaan ruas tol agar bisa segera beroperasi. Namun, keinginan untuk segera merampungkan pembangunan proyek harus tertahan, karena kendala pembebasan lahan di beberapa titik.

Meskipun pembebasan lahan hanya terkendala di beberapa titik, namun bagian ruas yang sudah aman tetap tidak bisa dioperasikan. Misalnya, untuk ruas Tol Solo-Ngawi, hingga saat ini, pembebasan lahan sudah mencapai 92%. Tapi, PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) sebagai pemilik konsesi tidak bisa memastikan jalan tol sepanjang 90,1 km bisa beroperasi penuh tahun ini.

Pasalnya, terdapat 30 bidang lahan yang masih terkendala pembebasannya dan ditambah adanya kebutuhan lahan tambahan seluas 56 ha untuk membangun sekitar 60 over pass.

Kekurangan lahan tersebut karena pemerintah mengubah kebijakan untuk kelandaian over pass dari semula 10% menjadi 5%. "Kalau untuk tambahan ini sekarang prosesnya macam-macam, ada yang lagi pengukuran, ada yang sedng proses indentifikasi dan ada yang sedang appraisal. Sedangkan yang 30 bidang sudah masuk pengadilan/ konsinyasi, tinggal tunggu eksekusinya saja, " jelas David Wijayatmo, Direktur Utama SNJ, Senin (15/5).

Untuk pembangunan fisik sepanjang 70 km yang digarap SNJ sudah mencapai 68%, yang terdiri dari paket I Karanganyar-Mantingan (35 km) sudah 78% dan paket II Mantingan-Ngawi sudah mencapai 56%.

Sedangkan. bagian pemerintah dari Kartosuro-Karanganyar (20,9 km) sudah mencapai 95%. Jika lahan selesai sampai Juni, David yakin, jalan tol ini akam beroperasi sepenuhnya pada tahun ini. Tapi, jika lahan masih terkendala maka pengoperasiannya juga akan mundur.

Untuk mempercepat pembebasan lahan, SNJ telah menyiapkan dana talangan Rp 815 miliar sejak 2016, namun baru terserap Rp 75 miliar. Meskipun masih terkendala, Tol Solo-Ngawi akan dioperasikan untuk Lebaran mulai dari Kartosuro sampai Widodaren sepanjang 65 km. Kemudian keluar ke jalan nasional dan masuk tol lagi dari Ngawi ke wilayah Madium.

"Jadi tol ini tidak bisa tersambung karena kendala 30 bidang tadi. Itu panjang sekitar 20 km, " jelas David

Untuk mudik Lebaran 2017, tol ini akan dioperasikan siang saja, karena banyak perlintasan yang butuh lahan tambahan belum rampung sepenuhnya. Saat mudik akan buka satu arah dari barat ke timur mulai H-6 dan saat arus balik hanya akan dibuka dari timur ke barat mulai h+2 sampai h+7.

Pembebasan lahan Tol Batang-Semarang juga masih terkendala lahan. Hingga 13 Mei 2015, pembebasan lahannya sudah mencapai 81,38% dan progres fisiknya baru mencapai 24,23%. Kendala lahan terutama ada di seksi III, VI dan V. Sedangkan seksi I 3,2 km dan II 37 km dipastikan sudah bisa difungsionalkan untuk lebaran.

"Jadi pengguna jalan sudah bisa masuk dari Batang dan bisa keluar di Grinsing atau lanjut ke Weleri," Jelas Iwan, Humas Tol Semarang-Batang.

Kata Iwan, kendala pembebasan lahan paling besar ada di seksi III dari Weleri-Kendal. Sedangkan progres fisik seksi IV dan V sudah mencapai 80%. Kendal pembebasan lahan saat ini antara lain kelengkapan administrasi pemilik lahan itu. dan negosiasi harga dengan pemilik lahan.

Jika akhir bulan ini pembebasan lahan rampung, maka tol Semarang-Batang sudah bisa difungsionalkan secara penuh pada lebaran. Secara resmi, tol sepanjang 75 km ini ditargetkan beroperasi Oktober 2018. Namun akhir tahun ini, seksi I diperkirakan sudah bisa dioperasikan.


Reporter Dina Mirayanti Hutauruk
Editor Dupla Kartini

PROYEK INFRASTRUKTUR

Feedback   ↑ x