kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.200   0,00   0,00%
  • IDX 5.562   219,42   4,11%
  • KOMPAS100 733   34,06   4,88%
  • LQ45 552   25,08   4,76%
  • ISSI 192   7,50   4,06%
  • IDX30 313   14,80   4,96%
  • IDXHIDIV20 388   17,66   4,77%
  • IDX80 83   3,91   4,93%
  • IDXV30 106   3,89   3,80%
  • IDXQ30 101   4,98   5,19%

BBR Resmi Berbadan Hukum


Senin, 05 Oktober 2009 / 08:02 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Perusahaan joint venture untuk proyek Kilang Bojanegara, PT Banten Bay Refinery (BBR), akhirnya resmi berbadan hukum. Konsorsium yang terdiri dari PT Pertamina (Persero), Oil Refining Industries Development Company (ORIDC) asal Iran, dan Petrofield dari Malaysia menandatangani sejumlah dokumen yang mengesahkan status legal BBR Jumat (2/10) lalu.

Vice President Strategic Planning and Business Department Pertamina Priyo Utomo mengungkapkan, porsi kepemilikan perusahaan patungan itu sesuai hasil kesepakatan pembentukan perusahaan bersama pada 29 Juli lalu. Pertamina dan ORIDC masing-masing memiliki 40% dan Petrofield memiliki 20%.

Tapi, ini bukan berarti konsorsium telah menutup pintu bagi STX Pan Ocean Co Ltd. Perusahaan Korea Selatan itu masih berpeluang ikut dalam konsorsium. "Status mereka sebenarnya masih pending. Kalau mereka mau masuk, negosiasinya nanti dengan BBR," kata Priyo.

Cuma, Pertamina memberi syarat, jika STX ingin bergabung, mereka harus mengubah permintaan mereka yang aneh-aneh. Misalnya, mereka tidak boleh minta agar Kilang Bojanegara memperbanyak produksi nafta atau aspal.

Sebelumnya, STX Pan Ocean Co. Ltd mengajukan sejumlah syarat jika dilibatkan dalam pembangunan kilang Bojanegara.

Sumber KONTAN menyebut, STX meminta tiga syarat. Pertama, mereka mau porsi kepemilikan 40%. Kedua, STX ingin mengubah skema pembangunan kilang, yakni cukup satu train berkapasitas olah 200.000 barel per hari (bph), yang bisa ditambah menjadi 300.000 bph, dengan nilai investasi US$ 3 miliar.

Adapun konsorsium berniat membangun kilang berkapasitas 300.000 bph, terbagi dalam dua train masing-masing 150.000 bph, dengan nilai investasi US$ 4,2 miliar.

Syarat terakhir, STX ingin agar kilang itu lebih banyak memproduksi aspal dan mengurangi produksi bensin. Sementara Pertamina justru berharap produksi kilang bisa menambah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri pada 2015 nanti.

Perinciannya: premium sebanyak 42.194 bph, minyak tanah 30.223 bph, dan solar 57.763 bph.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×