kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45952,80   9,76   1.04%
  • EMAS1.014.000 -1,46%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Masuk Tahun Politik, Gapmmi Optimistis Permintaan Mamin Akan Meningkat Tahun Depan


Selasa, 06 Desember 2022 / 20:27 WIB
Masuk Tahun Politik, Gapmmi Optimistis Permintaan Mamin Akan Meningkat Tahun Depan
ILUSTRASI. Aktivitas industri makanan dan minuman dalam kemasan. Gapmmi optimistis permintaan mamin bakal meningkat tahun depan karena masuk tahun politik.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) optimistis terhadap prospek industri makanan dan minuman di tahun depan. Tahun 2023 sebagai tahun politik bisa mendorong peningkatan permintaan produk makanan minuman (mamin).

"Aktivitas-aktivitas politik cukup tinggi di 2023 dan dari aktivitas itu konsumsi perjalanan meningkat dan kegiatan-kegiatan kampanye seperti rapat. Itu pasti ada makanan minuman diperlukan," kata Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman kepada Kontan.co.id, Selasa (6/12).

Tak hanya itu, peluang lain juga datang dari pasar ekspor. Industri makanan minuman Tanah Air bisa menggenjot penjualan ekspor dengan memasok produk ke sejumlah negara yang kehilangan pasokan dari sejumlah eksportir yang kesulitan melakukan aktivitas ekspor.

"Permintaan pangan itu tidak berhenti, tapi ada beberapa negara yang lockdown, ada juga yang terhambat logistik dan kekurangan bahan baku. Sehingga Indonesia bisa mendapatkan limpahan order dari bebrapa negar," ujarnya.

Baca Juga: Pasokan Gula Rafinasi Seret, Industri Mamin Terancam Berhenti Produksi

Meski punya banyak peluang, kinerja industri makanan dan minuman  di 2023 juga masih dihadapkan sejumlah tantangan. Terutama berkaitan dengan kenaikan harga bahan baku, biaya logistik serta energi yang diproyeksikan berlanjut hingga tahun depan.

"Tantangan tetap di harga ini tetap tinggi bahan baku energi masih tinggi, karena laporan terakhir levelnya masih di atas tahun lalu. Meksipun beberapa komoditi agak landai, seperti daging dan cereal," tambahnya.

Maka dari itu, Gapmmi menekankan bahwa langkah efisiensi produksi harus tetap digalakan oleh para pelaku usaha di sektor mamin. Hal ini penting, agar harga jual juga tak terlalu tinggi kenaikannya, sehingga daya beli konsumen dapat tetap terjaga.

Merujuk pemberitaan KONTAN, industri mamin mampu  tumbuh 3,57% (yoy) dan mencatatkan diri sebagai subsektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada kuartal-III  2022, yaitu sebesar 38,69%.

Baca Juga: Gapmmi Proyeksikan Industri Mamin Tumbuh 10%-15% Selama Nataru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Complete Three Statement Modeling

[X]
×