Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menilai impor nikel 15 juta ton tidak mencukupi kebutuhan pabrik-pabrik pemurnian atau smelter tahun ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, komunikasi intensif telah dilakukan dengan ExxonMobil