INDUSTRI
Berita
Banjir Thailand masih mengancam, ATPM cari pemasok onderdil cadangan

PRODUKSI PRODUSEN OTOMOTIF

Banjir Thailand masih mengancam, ATPM cari pemasok onderdil cadangan


Telah dibaca sebanyak 1232 kali
Banjir Thailand masih mengancam, ATPM cari pemasok onderdil cadangan

JAKARTA. Banjir parah yang masih melanda Thailand membuat beberapa produsen mobil harus menunda peluncuran mobil barunya. Seperti dikutip Bloomberg (27/10), Honda Motor Co. akan menunda peluncuran mini car yang sedianya akan dilakukan dalam waktu dekat ini lantaran pasokan onderdil yang seret.

Pabrikan asal Jepang ini mengaku produksi onderdil di Thailand sudah mulai terganggu akibat banjir yang tak kunjung surut. Bahkan, produksi mobil Honda di Malaysia sampai dihentikan karena suplai komponen dari Thailand terganggu.

Di Indonesia, sebelumnya PT Krama Yudha Tiga Berlian selaku ATPM Mitsubishi dan PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai ATPM Honda juga ketar-ketir pasokan komponen mobil ke depannya makin sulit. Bahkan HPM sampai mengurangi produksi mobil.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai ATPM Daihatsu pun sudah ambil ancang-ancang dengan mencari sumber komponen lainnya di samping dari Thailand untuk cadangan seperti mulai mengontak produsen onderdil di Jepang dan di dalam negeri.

"Meski ketergantungan ADM terhadap onderdil dari Thailand hanya 5% tapi kami tetap harus waspada," ujar Rio Sanggau, Domestik Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), hari ini (27/10).

Editor: Rizki Caturini
Telah dibaca sebanyak 1232 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..