: WIB    --   
indikator  I  

Belanda tawarkan harga miring listrik arus laut

Belanda tawarkan harga miring listrik arus laut

KONTAN.CO.ID - Perusahaan asal Belanda menawarkan kepada pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut. Harga yang ditawarkan cukup miring yakni US$ 9,18 sen per Kilo watt Hour (KwH).

Menteri ESM, Ignasius Jonan menyatakan, perusahaan itu diwakilkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya yang mengusulkan ke Kementerian ESDM untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut.

Jonan meneruskan, ia meminta kepada Gubernur NTT tersebut untuk mengecek kembali teknisnya supaya harganya bisa lebih murah. Karena, pada kajian pertama, arus laut di Selat Larang Hutan, NTT itu kecepatan rata-ratanya di bawah 2,8 meter per detik. Namun, setelah dilakukan kajian lagi, mereka mendapatkan kecepatan rata-rata di atas 4 meter per detik. Malahan, di beberapa titik bisa mencapai 5 meter per detik.

“Saya tanya harganya berapa, mereka minta US$ 7,18 sen,“ jelasnya.

Jika harganya US$ 7,18 sen, ia meyakini bahwa PT PLN (Persero) bisa membangun Pembangkit Listrik Arus Laut sampai 20 MW. “Jadi, Presiden Jokowi mengarahkan renewable energy harus didorong. Pengusaha perlu keuntungan, tapi rakyat juga harus bisa menjangkau tarif listrik itu,“ tandasnya.

Direktur Perencanaan 1 PLN, Nicke Widyawati menyatakan, perusahaan tersebut berasal dari Belanda, yang awalnya datang ke PLN pertengahan tahun 2016 untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut. “Tapi kami belum liat penawaran resminya,“ pungkasnya.


Reporter Pratama Guitarra
Editor Rizki Caturini

ENERGI TERBARUKAN

Feedback   ↑ x
Close [X]