Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jababeka Tbk (KIJA) melalui entitas anaknya, PT Likuid Nusantara Gas (PT LNG) resmi mengoperasikan pabrik mini gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Pasuruan, Jawa Timur. Total nilai investasi pabrik mini LNG ini mencapai sekitar US$ 16,9 juta.
Proyek ini dikembangkan melalui PT Likuid Nusantara Gas, yang merupakan perusahaan patungan (joint venture/JV). Dalam struktur kepemilikannya, PT Jababeka Infrastruktur, entitas anak KIJA, menguasai 60% saham, sementara PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan masing-masing memiliki 20% saham.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa kehadiran pabrik mini LNG PT Likuid Nusantara Gas sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses energi yang lebih bersih dan efisien bagi sektor industri.
Baca Juga: Volume DMO Batubara dari PKP2B dan BUMN Tahun 2026 Ditarget 75 Juta Ton
“Fasilitas ini merupakan kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa yang diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik untuk industri, pembangkit listrik, serta berbagai kegiatan ekonomi lainnya, bahkan berpotensi didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Yuliot, dalam keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).
Ia menyoroti bahwa subsidi LPG nasional diperkirakan mencapai Rp87 triliun pada 2025, sehingga fasilitas ini diharapkan dapat mendorong substitusi konsumsi LPG dengan LNG, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.
Pada saat yang sama, Wakil Direktur Utama Jababeka, Budianto Liman, menyampaikan pabrik ini merupakan pabrik mini LNG pertama yang dikelola swasta di Pulau Jawa.
Ia meyakini fasilitas tersebut dapat berkontribusi pada penyediaan energi yang lebih rendah emisi dan kompetitif bagi pelaku industri, khususnya di Pulau Jawa dan sekitarnya.
“Operasional pabrik mini LNG ini diharapkan dapat menambah kontribusi bisnis infrastruktur yang bersifat recurring terhadap pendapatan usaha KIJA, seiring meningkatnya kebutuhan energi industri yang lebih kompetitif secara harga dan rendah emisi,” ujarnya
Sebagaimana diketahui, pabrik yang berdiri di atas lahan sekitar 1 hektar ini beroperasi sebagai pusat pengolahan dan distribusi LNG dengan kapasitas produksi saat ini 2,5 MMSCFD per hari (dengan potensi ekspansi hingga 4 MMSCFD per hari).
Baca Juga: Risdianto Diangkat Jadi Ketua Umum ASSI Periode 2026–2029
Saat ini, pabrik mini LNG didukung armada distribusi menggunakan iso tank berukuran 20 dan 40 kaki untuk melayani kebutuhan konsumen, baik ritel maupun perusahaan distributor.
“Pada tahap awal operasional, kami telah berhasil menyediakan dan menyalurkan gas alam cair ke wilayah Jawa Timur dan Bali secara andal, baik dari sisi kualitas maupun distribusi. Capaian ini memperkuat keyakinan kami bahwa fasilitas ini dapat mendukung perusahaan yang ingin beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Untuk tahap selanjutnya, PT LNG menargetkan peningkatan kapasitas produksi dari 2,5 MMSCFD per hari menjadi 4 MMSCFD per hari melalui penambahan dua unit mesin pengolahan LNG.
Langkah ini diambil untuk memenuhi permintaan energi industri yang terus meningkat, khususnya di wilayah Jawa Timur, Bali, dan sekitarnya. Perusahaan menargetkan ekspansi kapasitas tersebut pada paruh kedua tahun 2027.
Selanjutnya: Harga Minyak Bersiap Catat Penurunan Mingguan Kedua Jumat (13/2), Risiko Iran Mereda
Menarik Dibaca: IHSG Koreksi Lagi (13/2), Ini Saham LQ45 yang Menguat dan Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)