: WIB    --   
indikator  I  

Berbagi untuk tujuan jangka panjang

Berbagi untuk tujuan jangka panjang

JAKARTA. Sinergi dua perusahaan dengan tujuan sama bisa saja mengalahkan perbedaan, bahkan persaingan. Apalagi jika kedua pihak melihat keuntungan jangka panjang yang bisa diraih bersama.

Pertimbangan ke depan ini bisa menyatukan PT Trimegah Sekuritas Indonesia dengan BNP Paribas. Pekan lalu (31/3), Trimegah Sekuritas meneken kerjasama eksklusif dengan BNP untuk membagi laporan riset mengenai pasar modal Indonesia serta emiten-emiten (equity research). 

Menurut Corporate Secretary Trimegah Sekuritas, Agus Priyambada, bentuk kerjasama eksklusif equity research ini, Trimegah Sekuritas bakal memasok hasil riset atas emiten-emiten Indonesia ke investor institusi global BNP Paribas.

“Harapannya, kami ikut berperan memperkenalkan pasar Indonesia ke investor global, memperluas akses investor global ke pasar Indonesia, dan meningkatkan nilai perdagangan saham di bursa,” katanya.

Agus menambahkan, saat ini, kerjasama dua perusahaan hanya sebatas bidang equity research. Bahkan, tidak ada batas waktu kerjasama. Meski begitu, Trimegah Sekuritas memiliki target lebih jauh. Mereka berharap bisa membidik investor institusi global agar tertarik masuk ke pasar Indonesia.

Memang, saat ini, Trimegah Sekuritas telah memiliki kurang lebih 350 klien institusi. Tapi, itu belum cukup. Lewat kerjasama dengan BNP Paribas, menurut Agus, tidak menutup kemungkinan ke depan investor global BNP Paribas bisa menjadi investor atau klien Trimegah Sekuritas. “Kemungkinan untuk ke arah tersebut tentu ada,” tandasnya.

Modal Trimegah Sekuritas  untuk meraih target itu cukup besar. Menurut Direktur Utama Trimegah Sekuritas, Stephanus Turangan, sejak dulu, pihaknya berkomitmen penuh berinvestasi di tim riset, untuk menyajikan analisis mendalam dan terkini mengenai perekonomian, industri, dan emiten-emiten di Indonesia. Hal ini didukung analisis berbagai data, laporan riset langsung di lapangan, dan pengumpulan data primer, seperti indeks harga mobil bekas. 

Saat ini, cakupan divisi riset Trimegah mencapai 67 perusahaan yang mencerminkan 75% dari kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Divisi Research ini didukung oleh 14 analis fundamental. “Ini menjadikan divisi riset kami sebagai salah satu tim riset terbaik di Jakarta,” klaim Stephanus dalam keterangan resminya.

Dengan dukungan kemampuan riset yang kuat ini, Trimegah berhasil meningkatkan pangsa pasarnya tiga kali lipat dalam perdagangan saham di BEI selama periode 2013–2017. Pencapaian ini menjadikan Trimegah Sekuritas masuk dalam peringkat sepuluh broker teratas di Indonesia per akhir Februari. 

Di sisi lain, bagi BNP Paribas, memiliki mitra domestik seperti Trimegah Sekuritas juga akan memberikan manfaat signifikan kepada nasabah BNP Paribas di Indonesia. Dalam keterangan resminya, Country Head BNP Paribas Indonesia, Luc Cardyn mengatakan, kerjasama ini akan memperkuat komitmen lembaganya dalam berinvestasi di Indonesia. 

“Ini akan memberikan nilai tambah bagi nasabah institusi kami, dengan memperdalam akses kami ke pasar domestik dan memperluas jangkauan layanan investment banking, serta kemampuan untuk menghubungkan nasabah kami dengan jaringan global kami,” ujarnya.

Manfaat jangka panjang

Pengamat marketing dan manajemen Yuswohady menilai, dalam bisnis, semua bisa diatur asalkan menggunakan prinsip win win. Nah, kolaborasi atau kerjasama BNP Paribas dan Trimegah menunjukkan hal itu. Pihak lokal ingin menjadi global, sementara yang global ingin masuk ke pasar lokal. 

Menurut Yuswohady, dalam kerjasama ini, Trimegah bisa menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki oleh BNP Paribas. Apalagi, kegiatan bidang riset, khususnya riset investasi, merupakan hal sulit. Sebab, dalam riset investasi, analis berperan penting dan sangat didengar pasar. Jika analis mengatakan suatu emiten itu jelek, rekomendasinya bisa juga diikuti oleh pasar.

Dengan cakupan riset Trimegah Sekuritas yang mencapai 75% dari  emiten BEI, Yuswohady berpendapat, Trimegah Sekuritas mengerti betul seluk-beluk pasar modal Indonesia. Karena itu, BNP Paribas bisa memanfaatkan keunggulan riset Trimegah itu. Pasalnya, riset merupakan kompetensi yang unik dan tidak bisa diraih dalam waktu singkat. 

“Di Indonesia, BNP Paribas termasuk baru jika dibandingkan Trimegah. Untuk bisa mengetahui perusahaan Indonesia dalam jumlah yang besar, mereka tidak bisa langsung,” kata Yuswohady.

Selain itu, analis dalam melakukan riset pasti menjalin hubungan dekat dengan perusahaan dan tidak bisa diraih dalam satu tahun atau dua tahun. Jika analis Trimegah Sekuritas termasuk yang terbaik, menurut Yuswohady, mereka pasti memiliki hubungan yang baik pula dengan emiten-emiten.

Bagi Trimegah Sekuritas, pemanfaatan riset untuk dibaca atau menjadi pertimbangan investor global BNP Paribas tentu memiliki keuntungan dalam jangka panjang. Bukan tidak mungkin, dengan kompetensi yang dimiliki, investor global akhirnya bisa masuk ke Indonesia lewat Trimegah Sekuritas sebagai broker.    


Reporter Agung Jatmiko
Editor Dikky Setiawan

MANAJER INVESTASI

Feedback   ↑ x