: WIB    --   
indikator  I  

Cardig Aero siapkan capex Rp 850 miliar

Cardig Aero siapkan capex Rp 850 miliar

JAKARTA. PT Cardig Aero Services Tbk akan terus melakukan ekspansi bisnis baik secara organik maupun unorganik. Tahun ini, perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten CASS ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 850 miliar untuk ekspansi tahun ini.

Sekitar Rp 300 miliar-Rp 350 miliar akan digunakan untuk untuk pengembangan bisnis secara organik atau mengembangkan bisnis perusahaan yang sudah ada saat ini baik di sektor Cas Destination, Cas Food, Cas Facility (jasa pengelolaan bangunan) dan Cas People (jasa pelatihan pilot). Selebihnya akan digunakan untuk ekspansi unorganik.

"Untuk ekspansi organik ini kita akan mengembangkan bisnis yang ada misalnya untuk membeli peralatan di bisnis destinasi yang dilakukan lewat anak usaha yakni PT Jasa Angkasa Semesta dan Jas Aero Engineering," kata Danar Wihandoyo, Direktur Keuangan CASS di Jakarta, Senin (19/6).

PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) merupakan anak usaha perseroan yang bergerak di bidang jasa ground handling, jasa cargo handling, jasa priority loubge dan airport services assistance. Perusahaan ini sudah beroperasi di 13 bandara di Indonesia. Sedangkan, PT Jas Aero Engineering bergerak di bidang line maintinance dan teknical ramp handling serta sudah beroperasi di 18 bandara.

Widianawati Adhiningrat, Direktur SDM dan Umum CASS mengatakan, pihaknya fokus melakukan penambahan frekuensi dalam mengembangkan bisnis Cas Destinasi melalui dua anak usaha tersebut. "Sementara untuk penambahan bandara baru untuk jasa ground handling akan tergantung permintaan dari costumer kita. Biasanya kalau mereka tambah destinasi baru, mereka akan minta kami untuk beroperasi disana juga, "kata Widia.

Ekspansi terbaru yang dilakukan Cardig Aero Services dalam mengembangkan jasa penunjang kebandarudaraan adalah pelatihan flight simulator dan pilot positioning. Ini dikembangkan dengan mengakuisisi 51% saham PT Jakarta Aviation Training Center (JATC) senilai Rp 89 miliar baru-baru ini.

Bisnis Utama JATC  sebagai provider untuk mentraining/melatih pilot untuk pendidikam yang lebih tinggi. Ini ibarat S2 dalam pendidikan tinggi konvesional. JATC ini merupakan satu-satunya provider training pilot independen. "Kalau yang lain yang ada di Indonesia merupakan perusahaan aviliasi maskapai penerbangan, " jelas Widia.

JATC diperkirakan akan menyumbang laba bersih Rp 1 miliar-Rp 1,5 mikiar pada perseroan tahun ini. Pasalnya pertumbuhan bisnis perusahaan tersebut cukup bagus setiap tahunnya di mana laba sebelum pajak bisa tumbuh rata-rata 20% setiap tahun.

Selain itu, Cardig Aero Service berencana mengembangkan bisnis non organik lain yakni bisnis logistik. Perusahaan telah menyiapkan belanja modal sekitar Rp 500 miliar untuk itu.

Widia bilang, pengembangan bisnis logistik tersebut saat ini dalam proses penyusunan bisnis plant. " Kami sudah tunjuk konsultan untuk melihat potensi bisnis logistik ini. Kami harap ini bisa direalisasikam tahun ini," katanya.

Sejalan dengan ekspansi yang dilakukan, Cardig Aero Services optimis bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik tahun ini terutama dengan akuisisi JATC. Perusahaan menargetkan pendapatan tumbuh sekitar 13%-20% dan laba bersih tumbuh 4%-8%.


Reporter Dina Mirayanti Hutauruk
Editor Dupla Kartini

CARDIG AERO SERVICES

Feedback   ↑ x
Close [X]