kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Charoen Pokphand catat penurunan laba 22,7%

Minggu, 05 November 2017 / 18:14 WIB

Charoen Pokphand catat penurunan laba 22,7%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berhasil meningkatkan penjualan pada kuartal III tahun ini. Hingga periode kuartal III, perusahaan yang bergerak di bidang perunggasan ini mencatat penjualan sebesar Rp 37,5 triliun atau meningkat 33% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan saja, penjualan CPIN pada kuartal III 2016 sebesar Rp 28 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan Charoen Pokphand, penjualan seluruh produk mengalami peningkatan. Penjualan ayam broiler meningkat 144,92%, atau dari Rp 4,4 triliun menjadi Rp 10,8 triliun. Sementara itu penjualan pakan meningkat 12% menjadi Rp 18,5 triliun, Day Old Chicken (DOC) juga meningkat 10,6% menjadi Rp 3,7 triliun. Sementara penjualan ayam olahan dan produk lainnya meningkat masing-masing 13% dan 17,5%.

Analis Danareksa Sekuritas Adeline Solaiman menilai peningkatan penjualan ini didorong oleh meningkatnya volume penjualan. Apalagi, menurutnya perusahaan ini baru memasuki bisnis penjualan ayam broiler pada akhir 2015, sehingga terus terjadi peningkatan penjualan hingga 2017.

"Karena CPIN masih baru memasuki bisnis brolier, kami memperkirakan, peningkatan penjualan broiler CPIN masih akan berlanjut sampai 2017. DOC dan pakan ternak memang masih mengalami meningkat," ujar Adeline, Jumat (3/11).

Meski mencatat peningkatan penjualan, namun CPIN juga mengalami penurunan laba sebesar 22,7%. Laba yang diperoleh CPIN pada periode ini sebesar Rp 1,9 triliun, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan ini mencatat laba hingga Rp 2,5 trilun.

Beban pokok penjualan CPIN juga meningkat drastis atau sekitatar 41,6%. Perusahaan ini mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp 32,9 triliun, dimana pada kuartal III 2016, perusahaan ini membukukan beban pokok penjualan Rp 23,3 triliun.

Adeline pun sudah memperkirakan adanya penurunan laba ini. Namun menurutnya penurunan laba CPIN sedikit lebih besar dibandingkan perkiraan yang telah dibuatnya. Dia bilang, penurunan laba ini merupakan akibat dari berkurangnya indeks harga unggas, sementara bahan baku pakan ternak mengalami kenaikan.

Meski begitu, Adeline menyampaikan bila CPIN masih bisa bertahan akibat kemampuan ekonominya yang besar. Selain itu, CPIN pun memiliki infrastruktur yang baik sehingga tidak terjadi permasalahan dalam aktifitas penjualan.

"Meskipun terjadi penurunan di indeks harga, tetapi CPIN masih bisa bertahan. Bisa dilihat dari volume penjualan yang terus tumbuh. Skill ekonomi yang kuat juga membuat CPIN masih bisa bersaing dengan perusahaan lain," ujar Adeline.

Sementara itu, Adeline berpendapat banyak perusahaan perunggasan yang tidak memiliki kemampuan ekonomi yang kuat terpaksa harus gulung tikar. Dia pun mengungkap pasar yang tadinya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan kecil tersebut akhirnya beralih ke CPIN.


Reporter Lidya Yuniartha
Editor : Barratut Taqiyyah Rafie

MANUFAKTUR

Join the discussions
TERBARU
MARKET
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy