Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa setelah memulai enam proyek hilirisasi, pihaknya akan melanjutkan groundbreaking 14 proyek lainnya tahun ini.
Dengan demikian, total proyek hilirisasi dalam antrean (pipeline) mencapai 20 proyek.
“Total proyeknya sekitar US$26 miliar dan diperkirakan menciptakan 600 ribu lapangan pekerjaan. Dari 20 proyek ini, tujuh sudah dilakukan groundbreaking dan insyaallah akan disusul 14 lagi,” ujar Rosan dalam ajang Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Konektivitas Digital Jadi Fokus Bisnis Layanan Perjalanan Internasional
Ragam Proyek Hilirisasi
Rosan menjelaskan, Danantara telah memulai proyek hilirisasi kelapa terintegrasi bulan lalu. Sementara proyek lain yang akan segera dimulai meliputi:
- Hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME)
- Produksi copper rod, wire, dan tube
- Pengolahan aspal Buton
- Produksi besi baja dari pasir besi
- Produksi stainless steel slab dari nikel
- Manufaktur modul surya terintegrasi berbasis bauksit dan silika
- Pengolahan manganese sulfate
- Pengembangan kilang minyak domestik (oil refinery)
- Peningkatan kapasitas penyimpanan minyak bumi
- Hilirisasi rumput laut menjadi karagenan
- Pengembangan produk turunan minyak kelapa sawit
- Hilirisasi pala menjadi oleoresin
- Pengembangan ekosistem produksi ikan tilapia
Baca Juga: FlyJaya Buka Rute Morowali dan Tambah 3 Pesawat ATR 72 pada 2026
Menurut Rosan, hilirisasi menjadi kunci untuk menangkap nilai tambah dalam negeri dengan mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi, disertai penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good governance), transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
Empat Proyek Investasi 2026
Selain hilirisasi, Danantara juga menyiapkan empat proyek investasi pada 2026, yakni:
- Proyek Wamena – Pengembangan fasilitas Waste to Energy (WtE) di 33 kota dengan nilai investasi Rp84 triliun.
- Proyek Cordova – Pengembangan fasilitas caustic soda untuk hilirisasi senilai Rp13,4 triliun.
- Proyek Fukuoka – Pengembangan data center platform bersama operator global senilai Rp21 triliun.
- Proyek Johor – Investasi di sektor agrikultur senilai Rp84 triliun.
Baca Juga: Arus Petikemas IPC TPK Tumbuh 6,82% di Awal 2026, Logistik Nasional Menguat
Untuk proyek WtE, tahap pertama telah dimulai sejak November 2024. Tahap kedua dijadwalkan dimulai pada Maret 2026 dengan groundbreaking di tujuh kota.
“Program Waste to Energy ini diharapkan memberi dampak sangat positif. Bukan hanya dari sisi energi listrik, tetapi juga dari aspek kesehatan dan lingkungan yang jauh lebih penting,” ujar Rosan.
Proyek yang Sudah Berjalan
Sebelumnya, Danantara telah memulai enam proyek, antara lain:
- Pengolahan bauksit menjadi smelter-grade alumina dan aluminium di Kalimantan Barat
- Proyek bioavtur di Cilacap
- Proyek bioetanol di Banyuwangi
- Bisnis ayam terintegrasi
- Pengolahan garam industri di Gresik
Selanjutnya: Optimalisasi Struktur Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Mitra Strategis Pemerintah
Menarik Dibaca: 15 Menu Diet untuk Sarapan agar Berat Badan Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)