kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Fokus di Kilang Bontang, OOG enggan garap proyek lain dulu


Senin, 15 April 2019 / 17:18 WIB


Reporter: Filemon Agung | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pasca framework agreement dengan PT Pertamina pada Desember 2018, Overseas Oil and Gas LLC (OOG) memilih fokus menyelesaikan proyek Kilang Bontang.

Chairman OOG Khalfan Al Riyami bilang proyek Kilang Bontang merupakan proyek pertama mereka di Indonesia. Proyek ini sendiri ditargetkan rampung sekitar tahun 2025 hingga 2026.

"Dana yang kami kucurkan cukup besar nilainya, kami hanya ingin fokus pada proyek ini dulu," jelas Khalfan, Senin (15/4). Asal tahu saja, besaran nilai investasi ini sebesar US$ 15 miliar.

Ia menambahkan sebelum dapat memulai proses konstruksi, OOG harus melakukan Bankable feasibility study dan Front End Engineering Design (FEED). Proses ini diperlukan guna melihat seberapa bernilainya proyek ini.

Lebih lanjut, Khalfan bilang Bankable feasibility study sendiri memerlukan waktu 5 hingga 6 bulan ke depan. Sementara itu, ia menilai FEED merupakan proses yang memakan banyak dana dan waktu.

FEED dapat memakan biaya sekitar US$ 180 juta dan waktu sekitar dua tahun. Pihak OOG juga tengah melakukan pembicaraan dengan konsultan keuangan terkait rencana ke depannya.

Khalfan menambahkan kedua proses ini akan menentukan beragam hal, antara lain; bagaimana sistem pendanaan, produk yang paling dibutuhkan pasar hingga waktu paling tepat untuk memulai proses konstruksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×