kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.697   12,00   0,07%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Ifishdeco (IFSH) Bagikan Dividen Rp 50 Miliar, Setara Rp 26 per Saham


Selasa, 19 Mei 2026 / 07:58 WIB
Ifishdeco (IFSH) Bagikan Dividen Rp 50 Miliar, Setara Rp 26 per Saham
ILUSTRASI. Pertambangan nikel PT Ifishdeco Tbk (Dok/IFSH)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) akan membagikan dividen dengan total nilai sekitar Rp 50 miliar. Dengan jumlah tersebut, para pemegang saham emiten nikel ini akan mendapatkan dividen sebesar Rp 26 per saham.

Alokasi dividen yang akan dibayarkan oleh IFSH setara dengan 69,3% dari laba bersih pada tahun buku 2025.

Adapun, pada tahun lalu IFSH membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 72,14 miliar.

Pembagian dividen ini menjadi salah satu keputusan yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) IFSH yang berlangsung pada Senin (18/5/2026).

Baca Juga: Ifishdeco (IFSH) Incar Penjualan Rp 1 Triliun dan Akuisisi Tambang Nikel pada 2026

Melalui RUPST tersebut, para pemegang saham IFSH juga menyetujui sisa laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja.

RUPST juga membahas perubahan susunan direksi dan komisaris IFSH. RUPST menerima pengunduran diri Ryan Fong Jaya selaku Komisaris. Selain itu, RUPST mengangkat Tariani dan Kevin Christianto sebagai Direktur.

Dengan keputusan tersebut, maka susunan direksi dan dewan komisaris IFSH dari penutupan RUPST hingga RUPST 2029 adalah sebagai berikut:

Direksi:

Presiden Direktur: Muhammad Ishaq

Direktur: Leman Suti

Direktur: Agus Prasetyono

Direktur: Iwan Luison

Direktur: Tariani

Direktur: Kevin Christianto

Baca Juga: Penjualan Tembus Rp 1 Triliun, Ifishdeco (IFSH) Perkuat Fundamental Bisnis pada 2025

Dewan Komisaris:

Presiden Komisaris: Akhmad Syakhroza

Komisaris: Oei Harry Fong Jaya

Komisaris: Lina Suti

Komisaris: Michele Mallorie Sunogo

Komisaris Independen: Hongisisilia

Komisaris Independen: Roesmanhadi.

Target dan Strategi Tahun 2026

Pada tahun 2026, IFSH menyiapkan tiga fokus utama untuk mencapai pertumbuhan. Pertama, optimalisasi pemanfaatan Izin Usaha Pertambangan (IUP) melalui penerapan good mining practice.

Kedua, pengembangan usaha baru melalui penanaman kelapa. Ketiga, IFSH terbuka terhadap peluang pertumbuhan anorganik, termasuk melalui potensi akuisisi tambang baru untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Diversifikasi bisnis dan ekspansi lahan menjadi salah satu fokus IFSH pada tahun ini.

Secara kinerja, IFSH berupaya mencapai tingkat penjualan di level Rp 1 triliun, dengan posisi laba sekitar Rp 100 miliar pada tahun 2026. Direktur Ifishdeco Iwan Luison mengatakan bahwa IFSH mengusung target konservatif pada tahun ini.

Baca Juga: Kadin dan Asosiasi Pengusaha Tambang Merespons Keluhan Pebisnis China Soal Nikel RI

IFSH ingin menjaga kestabilan kinerja atau mencapai level pertumbuhan yang moderat. Hal ini mempertimbangkan berbagai faktor ketidakpastian yang sedang membayangi dunia usaha imbas gejolak geopolitik global.

Iwan mengamini, tren kenaikan harga nikel global memang membawa katalis positif bagi prospek kinerja IFSH pada tahun 2026. Tetapi, kondisi tersebut dibarengi dengan kenaikan biaya operasional, yang antara lain terdongkrak oleh lonjakan harga bahan bakar.

"Harga berfluktuasi mengikuti siklus dan supply-demand. Kami masih melihat positif untuk 2026. Tapi, di sisi cost juga ada kenaikan. Jadi (target tahun ini)kami konservatif," kata Iwan dalam paparan publik yang berlangsung pada Senin (18/5/2026).

Presiden Direktur Ifishdeco, Muhammad Ishaq mengungkapkan bahwa kinerja IFSH tahun ini bakal ditopang oleh kenaikan volume penjualan bijih nikel.

IFSH bakal mengoptimalkan kuota penjualan yang telah disetujui pemerintah dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, yakni sebanyak 1.449.000 metrik ton.

Target penjualan tahun ini meningkat sekitar 11,6% dibandingkan volume penjualan tahun lalu yang sebanyak 1.294.880 metrik ton. Ishaq mengungkapkan, realisasi volume penjualan IFSH berada di bawah kuota yang diberikan pada 2025 yang sebesar 2,2 juta metrik ton.

Baca Juga: Kadin China Surati Prabowo Soal Kebijakan di Sektor Tambang, Ini Kata Pebisnis Nikel

Hal tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk karena faktor cuaca. Pada tahun ini, IFSH akan memacu operasional dan produktivitas sembari meningkatkan efisiensi. 

Di sisi yang lain, meski kondisi dan kelangsungan usaha nikel Indonesia tengah menjadi sorotan, tapi IFSH masih memasang outlook yang optimistis. Ishaq pun membeberkan bahwa IFSH sedang merancang agenda ekspansi dengan mengakuisisi tambang. 

Penjajakan dengan sejumlah pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel telah dilakukan sejak tahun lalu. Menurut Ishaq, IFSH setidaknya sudah melakukan pembicaraan dengan enam IUP.

"Kemungkinan sekitar 50%-nya nanti akan kami tindaklanjuti. Jadi sudah ada beberapa yang akan kami kerjakan pada 2026, sebagai tindak lanjut dari pendekatan yang sudah kami lakukan pada tahun 2025," ujar Ishaq.

Ishaq belum merinci lebih lanjut mengenai target akuisisi tambang nikel ini. Dia hanya memberikan gambaran bahwa lokasi tambang yang berpeluang diakuisisi berada di wilayah Sulawesi dan Maluku. "Jadi, kami meyakini bahwa prospek nikel masih cukup bagus," ujar Ishaq.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×