: WIB    —   
indikator  I  

GSS Trembul mulai pengeboran minggu depan

GSS Trembul mulai pengeboran minggu depan

KONTAN.CO.ID - PT Sarana GSS Trembul mulai mengebut progres penggarapan lapangan minyak dan gas Trembul, Talokwohmojo, Blora. Pasalnya, sesi pengerjaan sipil yang dilakukan perusahaan sudah selesai.

GSS sejatinya sudah melakukan pengerjaan sipil sejak Juni lalu, termasuk dengan mobilisasi peralatan dan pengerjaan infrastruktur pendukung lainnya. Perusahaan menjadwalkan akan memulai pengeboran pertama pada minggu depan.

Bambang Mulyadi, Presiden Direktur PT Sarana GSS Trembul mengatakan bahwa sejauh ini seluruh proses pengerjaan masih sesuai dengan pipeline yang telah dibuat. Apalagi usai perusahaan menyelesaikan seluruh perizinan termasuk izin upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL dan UPL). Asal tahu saja, perusahaan tidak diwajibkan untuk menyusun analisis dampak lingkungan (Amdal) sesuai dengan penandatangan KSO dengan Pertamina EP hingga 2031.

“Pengerjaan sipil sudah selesai, rig sudah masuk ke lokasi sumur dan kami berupaya bisa memulai pengeboran pertama dalam minggu ini atau minggu depan,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (13/9).

Pada tahun ini, perusahaan akan mengebiro dua sumur dengan target produksi mencapai 400 barel per hari (Bph). Hanya saja ada sedikit revisi target kedalaman sumur, sebelumnya perusahaan akan mengebor sumur dengan kedalaman 1.000 meter, namun perusahaan merevisi dengan kedalaman 1.300 meter. Perubahan ini menurutnya sudah seizin dan persetujuan Pertamina EP sehingga tidak ada persoalan lagi.

Dirinya mengatakan hanya akan menggunakan satu rig untuk melakukan dua pengeboran sumur yang akan dilakukan dalam waktu tiga bulan ke depan. Pengerjaan dilakukan mulai bulan ini hingga tutup tahun secara paralel, yang jelas perusahaan memiliki target untuk bisa melakukan pengerjaan 5 sumur hingga tahun 2019 mendatang. Tidak hanya itu, perusahaan juga sudah menyiapkan rencana pengeboran sedalam 2.700 meter untuk bisa memproduksi 1.000 bph.

“Sumur pertama dibor pada bulan September sampai dengan Oktober, lanjut sumur kedua pada bulan November sampai dengan Desember. Kedalaman sumurdirevisi menjadi 1.300 meter sesuai dengan persetujuan Pertamina EP,” lanjutnya.

Asal tahu saja, lapangan migas Trembul diperkirakan memiliki cadangan terbukti mencapai 40,1 juta barel yang merupakan peninggalan Belanda. Sejak dikelola Nederlandsche Koloniale Petroleum Mij (NKPM) sejak 1971 hingga 1942 lapangan tersebut baru diproduksi sebanyak 307.000 barel yang berasal dari 24 sumur produksi. Oleh karena itu, bukan hal muluk perusahaan bisa memproduksi 1.000 bph pada tahun 2019 mendatang dengan potensi cadangan yang dimiliki.


 


Reporter Andy Dwijayanto
Editor Sanny Cicilia

MINYAK DAN GAS

Feedback   ↑ x
Close [X]