: WIB    —   
indikator  I  

Haik, sedap pasar bumbu Ajinomoto

Haik, sedap pasar bumbu Ajinomoto

KONTAN.CO.ID - Ajinomoto Co Inc mengalokasikan dana investasi 5,7 miliar atau sekitar Rp 698 miliar untuk ekspansi pabrik tahun ini. Perusahaan yang berbisnis di Indonesia melalui PT Ajinomoto Indonesia tersebut, berencana meningkatkan kapasitas produksi pabrik Masako dan Sajiku di Karawang, Jawa Barat.

Perincian anggaran ekspansi tadi meliputi 3,2 miliar untuk pabrik Masako dan 2,5 miliar untuk pabrik Sajiku. Ajinomoto sudah memulai tahap peningkatan kapasitas produksi pabrik Masako sejak Juli kemarin. Sementara jadwal pembangunan pabrik Sajiku mulai Desember 2017.

Hanya saja, Ajinomoto tak membeberkan detail rencana ekspansi produksinya. Dus, belum ketahuan target volume peningkatan kapasitas produksi dan jadwal penyelesaian ekspansi itu.

Yang terang, bukan tanpa pertimbangan Ajinomoto memilih pengembangan pabrik Masako dan Sajiku. "Masako sekarang menyumbang 60% pangsa pasar bumbu masak dan menandai pertumbuhan dua digit dalam penjualan," terang Daisuke Nakamiya, Associate General Manager Global, Communications Departement Ajinomoto Co.,Inc. melalui surat elektronik kepada KONTAN, Kamis (10/8).

Sementara pangsa pasar Sajiku saat ini meningkat lebih dari 20% dibandingkan dengan capaian tahun lalu. Menurut catatan Ajinomoto, dua kontributor utama penjualan Sajiku yakni 45% produk kategori tepung goreng dan 20% produk kategori bumbu campuran.

Sebagai catatan, KONTAN sebelumnya sudah memberitakan rencana ekspansi pabrik Ajinomoto di Indonesia sejak Februari tahun lalu. Perusahaan tersebut berencana mengerek kapasitas produksi pabrik Karawang sebesar 30% dengan anggaran senilai Rp 360 miliar. Kala itu, mereka malah mencanangkan target penyelesaian ekspansi pabrik pada Juli 2017.

Adapun Ajinomoto memiliki dua pabrik di Indonesia. Selain Karawang, fasilitas produksi mereka berada di Mojokerto, Jawa Timur.

Dalam laporan keuangan konsolidasi Ajinomoto periode kuartal I yang berakhir 30 Juni 2017, terdapat lima segmen bisnis. Salah satunya adalah segmen produk makanan internasional.

Nah, dalam segmen produk makanan internasional tersebut, banyak produk di Asia yang mencatatkan pertumbuhan penjualan year on year (yoy) dalam catatan mata uang setempat. Termasuk, penjualan Aji-No-Moto di Indonesia, Vietnam dan Kamboja. Penjualan Masako di Indonesia juga tumbuh.

Pacu Aji-No-Moto

Sambil memperbesar kapasitas pabrik, Ajinomoto mengembangkan riset untuk produk Sajiku dan Masako. Fokus riset perusahaan tersebut adalah memperkuat teknologi kelezatan, meluncurkan bisnis solusi makanan terpadu serta memajukan bisnis bio farmasi.

Riset peningkatan mutu juga berlaku untuk bumbu umami Aji-No-Moto. Meskipun, kinerja penjualan bumbu masak berlogo mangkok merah tersebut tidak setinggi Masako dan Sajiku.

Ajinomoto tak menyebutkan nilai penjualan. Namun menurut catatan mereka, penjualan Aji-No-Moto tahun lalu tumbuh single digit. Pencapaian tersebut berbeda dengan Masako dan Sajiku yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan penjualan double digit.

Informasi saja, umami merupakan rasa dasar kelima selain manis, asin, asam dan pahit. Lidah Orang Indonesia mengenalnya dengan rasa gurih. Komponen utama yang menciptakan rasa umami dalam makanan adalah asam amino glutamat dan monosodium glutamat (MSG).

Lewat peningkatan mutu Aji-No-Moto, Aji-No-Moto ingin memperbesar pangsa pasar. Mereka mengklaim, saat ini Aji-No-Moto mendekap 35% pangsa pasar produk umami. "Market share ini sangat dekat jaraknya dengan merekpesaing utama yang menyumbang 40% dari total pangsa yang ada," beber Nakamiya.

 


Reporter Andy Dwijayanto
Editor Dupla Kartini

0

Feedback   ↑ x