INDUSTRI
Berita
Harga kabel mengikuti kenaikan tembaga

HARGA KABEL

Harga kabel mengikuti kenaikan tembaga


Telah dibaca sebanyak 2798 kali

JAKARTA. Produsen kabel telah menaikkan harga sebesar 9%-20% secara bertahap sejak Juli 2010. Kenaikan tersebut mengikuti harga tembaga dunia yang terus naik. Tengok saja harga di London Metal Exchange (LME) pada Jumat (5/11) harga tembaga US$ 8655 per metrik ton, naik 32,84% dibanding harga (30/6) sebesar US$ 6515 per metrik ton. Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia Noval Jamalullaim mengatakan setiap kenaikan harga tembaga sebesar 5% akan menaikkan harga kabel sebesar 2,5%-3%.

Dia bilang kenaikan harga tembaga berpengaruh terhadap harga kabel karena 60% dari bahan kabel menggunakan tembaga. “Tembaga pengantar listrik yang baik, bisa digantikan bahan lain tapi tidak akan sebaik tembaga,” katanya kepada KONTAN Minggu (7/11).

Sebagai pengantar listrik tembaga bisa digantikan oleh aluminium. Namun karakteristik antara kedua bahan tersebut berbeda. Tembaga bisa mengantar listrik lebih baik dari aluminium, namun tahanan lemah sehingga lebih cepat panas. Sedang aluminium kebalikannya, tidak terlalu baik mengantar listrik namun memiliki tahanan yang kuat. Maka kabel aluminum digunakan untuk keperluan transmisi listrik dengan daya besar seperti kabel-kabel transmisi PLN.

Untuk mendapat pengantar listrik berbahan aluminium, agar bisa sebaik kerja hantaran listrik tembaga diperlukan luas penampang yang lebih besar. Namun menurut Noval hal tersebut sulit untuk dilakukan sebab berarti akan mengubah seluruh peralatan pendukung lainnya. Itu kenapa para produsen kabel tidak memiliki pilihan pengganti bahan meski harga aluminium jauh lebih murah. Di London Metal Exchange harga aluminium Jumat (5/11) US$ 2255 per metrik ton.

IriantoTarigan, Presiden Direktur produsen kabel PT Bangun Mega Pertiwi sudah menaikkan harga kabel dalam kisaran 8%-15%. Misalnya saja untuk kabel berukuran 4 core (1 core = 300 mm2) x 300 mm, harga menjadi Rp 1.185.300 atau naik 8% dibanding harga sebelumnya di bulan Agustus Rp 1.097.500 per meter. Menurutnya setiap perusahaan kabel akan memiliki perhitungan kenaikan yang berbeda sebab tergantung pada persediaan dan permintaan mereka.

PT Bangun Mega Pertiwi melakukan kenaikan karena strategi perusahaan adalah membeli tembaga setiap bulan. Maka harga terus berubah mengikuti harga tembaga dunia. Namun dia memperkirakan harga tembaga akan mengalami penurunan. Sayang dia tak bisa memprediksi kapan waktunya. “Belajar dari pengalaman sebelumnya pernah harga tembaga sampai US$ 9000 per metrik ton, tapi bisa tiba-tiba anjlok tidak lama setelahnya,” katanya kepada KONTAN Senin (8/11). Irianto bilang para produsen saat ini tidak akan melakukan pembelian terlalu besar. Dan ada kemungkinan beberapa produsen akan menurunkan produksinya.

Telah dibaca sebanyak 2798 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..