INDUSTRI JASA
JNE targetkan pendapatan Rp 1 triliun tahun ini
Oleh Lili Sunardi - Rabu, 29 Februari 2012 | 09:00 WIB
JAKARTA. PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) tahun ini akan memburu target pendapatan hingga sebesar Rp 1 triliun. Target itu naik 100% dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu yang hanya Rp 500 miliar.
Chief Executive Officer JNE Johari Zein mengatakan, untuk mengejar pendapatan sebesar Rp 1 triliun, JNE tengah menyiapkan strategi, yakni dengan memperluas cakupan pengiriman barang hingga ke seluruh wilayah kabupaten dan kota yang ada di Indonesia. "Saat ini, kita baru memiliki 350 jaringan di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota. Jadi, belum semua kabupaten kita punya jaringan. Inilah target pelebaran jaringan JNE," jelasnya kepada KONTAN, Selasa (28/2).
Untuk mengembangkan sayap pengiriman tersebut, Johari mengatakan, JNE tengah menyusun berbagai rencana seperti ketersediaan armada pengiriman barang serta pasar yang menjadi target wilayah pengiriman konsumen. Menurut Johari, langkah ini penting dilakukan agar JNE bisa melihat kepastian pasar dulu. "Jika sudah ada kepastian potensi market-nya, baru kita lakukan pembelian armada. Itulah sebabnya, armada pengiriman, kita sewa terlebih dahulu," ujar Johari.
Cara lain yang akan ditempuh perusahaan guna mendongkrak pendapatan adalah dengan menaikan biaya pengiriman 10% pada pertengahan tahun ini. Ini ditempuh karena JNE harus menyesuaikan dengan angka inflasi serta naiknya biaya pengiriman barang melalui jalur udara yang memang tinggi.
"Ada rencana kenaikan tarif sekitar 10%, itu akan dilakukan sekitar pertengahan tahun ini," ujar Johari yang menampik kalau kenaikan tarif bukan karena ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.
- Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
- Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
- Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
- KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.
