INDUSTRI
Berita
Kulonprogo menjadi lokasi bandara internasional

BANDARA INTERNASIONAL

Kulonprogo menjadi lokasi bandara internasional


Telah dibaca sebanyak 3971 kali
Kulonprogo menjadi lokasi bandara internasional

JAKARTA. PT Angkasa Pura (AP) I dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY Yogyakarta sepakat menunjuk Kulonprogo sebagai lokasi bandara baru pengganti bandara Adi Sutjipto.

Merpin Butarbutar, Kepala Humas AP I, mengungkapkan, bahwa Kulonprogo merupakan lokasi yang paling tepat berdasarkan studi kelayakan (feasibility study). "Sudah ada lokasi tanah di Temon, Kulon Progo yang bisa untuk runway bandara 5.400 meter agar mampu menampung pesawat berbadan besar," ujarnya akhir pekan lalu.

AP I menjalankan studi kelayakan itu bersama Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM). Hasilnya, Kecamatan Temon memiliki nilai tertinggi dibandingkan tujuh lokasi lain yang diteliti.

Selanjutnya, AP I selaku calon pengelola bandara akan minta penetapan lokasi dari Kementrian Perhubungan (Kemhub). Baru kemudian mereka mulai menyusun master plan bandara.

"Memang ada beberapa tahapan yang harus dilewati sehingga butuh waktu agak panjang karena ini pembangunan bandara baru, tidak seperti bandara-bandara yang sebelumnya cuma mengembangkan," imbuhnya.

Selain itu, AP I berencana membentuk perusahaan patungan dengan GVK Group (India) untuk mengerjakan proyek bandara tersebut. Berdasarkan kajian sementara, pembangunan bandara baru tersebut membutuhkan investasi awal sekitar Rp 1,2 triliun. Sesuai aturan, kepemilikan GVK Group maksimal 49% dan sisanya Angkasa Pura I. "Kedua pihak sangat serius dan GVK sudah membentuk badan hukum Indonesia. Share holding ini masih dibahas, mudah-mudahan bisa segera selesai,” ujar Direktur Komersial AP I Robert Waloni.

Ia mengharapkan segala proses persiapan bisa rampung sebelum akhir tahun 2012. "Sehingga di awal 2013 sudah mulai digarap dan selesai 2016," tegasnya.

Herry S Bakti, selaku Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub, membenarkan bahwa pihak Pemprov DIY Yogyakarta sudah menentukan Kulon Progo sebagai usulan lokasi bandara baru Yogyakarta. "Kemhub tinggal menunggu surat pengajuan dari mereka," ujar Herry.

Selain bandara baru Yogya, AP I juga segera mengembangkan enam bandara. "Fokus untuk tahun ini, rencana pembangunan bandara oleh AP I yang ongoing adalah di Denpasar, Balikpapan, dan Surabaya. Yang sedang dalam tahap perencanaan adalah Banjarmasin dan Semarang," imbuhnya.

Pengembangan bandara-bandara tersebut jelas membutuhkan biaya besar. Untuk Bandara Sepinggan, Balikpapan misalnya, AP I memerluakan dana sekitar Rp 1,2 triliun untuk memperluas terminal yang ada saat ini. Sementara untuk pengembangan terminal II bandara Juanda, Surabaya, AP I harus mengeluarkan dana hingga Rp 400 miliar. Sedang pengembangan Bandara Syamsoodin Noor Banjarmasin dan Bandara Ahmad Yani Semarang masing-masing memerlukan investasi sebesar Rp 500 miliar dan Rp 600 miliar.

Editor: Barratut Taqiyyah
Telah dibaca sebanyak 3971 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Siap-siap, mobil murah tak lagi terjangkau

    +

    Harga mobil LCGC kemungkinan naik akibat inflasi dan pengurangan insentif.

    Baca lebih detail..

  • Adu gengsi produsen otomotif

    +

    Tren mobil baru di ajang Indonesia International Motor Show 2014.

    Baca lebih detail..